Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, mengungkapkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bisa menangani kasus korupsi di tubuh institusi militer, patut diapresiasi. Hal ini dinilai menjadi langkah maju bagi perluasan locus lembaga antirasuah dalam kerja-kerja pemberantasan praktik lancung.
“Putusan ini juga akan membuat pemberantasan korupsi jauh lebih baik, karena nanti KPK bisa memaksa pihak TNI untuk saling berkoordinasi dengan sistem gabungan untuk menangani perkara korupsi yang berkaitan dengan oknum militer,” ujar Boyamin kepada Media Indonesia, Jumat (29/11).
Boyamin juga meminta agar TNI yang dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dapat menghormati, menaati, dan melaksanakan putusan MK tersebut. Begitupun dengan Kementerian Pertahanan agar bisa berkoordinasi dengan KPK.
“Pengadilan militer saya yakin tidak ada masalah, lantaran nanti bisa disidangkan di pengadilan umum ataupun pengadilan militer, yang penting tidak ada lagi ego sektoral antara KPK dan militer," ujarnya.
Menurut dia, TNI tidak boleh berdalih lagi dengan terus menerus menganggap bahwa kasus korupsi di lingkungan TNI hanya bisa diadili lewat peradilan militer.
“Sehingga masing-masing tidak lagi merasa berwenang atau tidak berwenang, atau KPK menjadi merasa tidak mempunyai kekuatan untuk membawa kasus ke pengadilan karena tidak ada dasarnya, ini tidak akan lagi terjadi.”
Dalam hal ini TNI harus bisa berkoordinasi dan bersikap kooperatif dengan KPK. Sehingga, terang dia, kasus KPK yang meminta maaf terhadap pengusutan dugaan korupsi di Badan SAR Nasional (Basarnas) yang melibatkan oknum TNI tidak lagi terulang.
“Misalnya, seperti kasus Basarnas dulu akhirnya menjadi tarik ulur karena pihak pengadilan militer juga mengadili sendiri dan kesannya tidak kooperatif. Jadi kalau dengan adanya putusan MK ini, TNI saya yakin akan menjadi kooperatif,” katanya.
Boyamin menilai KPK bisa mencontoh sistem pemberantas korupsi yang terkoneksi dengan sistem peradilan militer, seperti di Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal itu juga diperkuat dalam undang-undang Kejagung dan Peradilan Militer.
“Jadi KPK bisa mencontoh sistem kerja Kejagung bahwa institusinya yang sudah berwenang mengusut kasus korupsi di tubuh militer, harus menjalankan sistem koneksitas. Makanya ada Jaksa Agung Muda Pidana Militer di Kejaksaan Agung yang bisa menangani perkara korupsi militer. KPK bisa merujuk sistem yang serupa,” tuturnya.
Terpisah, Wakil Direktur Imparsial, Hussein Ahmad mengatakan putusan MK tersebut merupakan langkah awal yang baik bagi institusi TNI dalam mewujudkan amanat Undang-Undang TNI, khususnya mengenai tindak pidana umum, termasuk korupsi yang mana anggota TNI diadili dalam sistem peradilan umum.
“(Putusan MK) Ini satu langkah baik menuju amanat Undang-Undang TNI. Oleh karena itu, kalau memang taat asas dan taat terhadap pemerintah sipil termasuk UU yudikatifnya MK, maka tidak boleh membantah dan harus menyesuaikan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi itu,” katanya.
Sebelumnya, MK mengabulkan gugatan perkara Nomor 87/PUU-XXI/2023, yang meminta agar KPK berhak mengendalikan kasus korupsi di tubuh institusi militer. "Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian," tukas Ketua MK Suhartoyo dalam sidang yang digelar Jumat (29/11).
Dalam putusan itu, Suhartoyo menyatakan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang menyatakan KPK berwenang mengkoordinasikan dan mengendalikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang tunduk pada peradilan militer dan peradilan umum, bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.
Gugatan ini diketahui dilayangkan oleh seorang advokat Gugum Ridho Putra yang menggugat frasa 'mengkoordinasikan dan mengendalikan' dalam Pasal 42 UU 30/2002 tentang KPK. (J-2)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan Stadion Barombong jika ditemukan bukti awal adanya dugaan tindak pidana korupsi.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Bantuan keuangan partai politik dari negara (Banpol) saat ini masih sangat minim, bahkan tidak mencapai dua persen dari total kebutuhan partai.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Mahkamah menilai frasa “kerugian negara” yang tercantum dalam Pasal 20 ayat (5) dan ayat (6) UU Administrasi Pemerintahan tidak dapat dibiarkan tanpa penafsiran yang tegas.
Peradilan militer bukan bentuk impunitas, melainkan mekanisme akuntabilitas yang memiliki dasar konstitusional dalam UUD 1945.
Dimas Bagus Arya Saputra, menyoroti praktik peradilan militer dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kasus penculikan aktivis 1997–1998 oleh Tim Mawar.
Rencana revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memicu perdebatan hangat mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menyusun RUU Pemilu mematangkan kajian, menghindari adanya gugatan berulang ke MK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved