Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya. Rezim Trump memang bertanggung jawab pada sistem pemerintahan, tata kelola negara, dan penguasa yang mengatur AS. Rezim bisa menentukan bagaimana kekuasaan dijalankan. Reputasi AS sebagai 'the One-Superpower World' (Nixon, 1992) pudar seketika tatkala negara adidaya itu tidak bisa mengalahkan Iran sesingkat waktu yang diharapkan.
Selama ini, AS dikenal sebagai negara 'paling' demokratis. Predikat itu diabadikan pada nama jalan (Boulevard) di Washington DC. Negara mengetrapkan teori trias politica (Montesquieu); sistem pemerintahan mendasarkan pada nilai etika moral agama. Oleh Ronald Reagan, nilai etika moral agama itu merujuk pada pemikiran the Guy from North Africa (Ibnu Khaldun). Pejabat publik harus steril dari penyimpangan nilai etika moral agama. Itu ironis karena AS ialah negara paling sekuler di dunia. Sterilisasi pejabat sebagai penentu kebijakan menjadi sangat penting karena keputusan yang dihasilkannya berdampak bagi kehidupan orang banyak.
Seorang menteri pertahanan tidak akan memutuskan keamanan nasional dan internasional dalam keadaan 'mabuk' karena kebiasaannya yang suka minum minuman keras. Hal itu tidak akan terjadi. Klaim bahwa kekuatan militer AS merupakan salah satu yang terkuat di dunia; ekonomi paling stabil; sumber daya manusia (SDM) tertinggi di dunia. Semua itu menjadikan AS kadang tidak bisa mengontrol diri dalam menjalankan politik luar negeri mereka. Banyak negara yang menjadi korban penggulingan pemimpin mereka karena tidak sehaluan dengan kepentingan AS.
REAKSI TERHADAP KEBIJAKAN DONALD TRUMP
Periode pemerintahan Donald Trump yang kedua membalik semua nilai yang disebutkan di atas. Kebijakan perang AS-Israel versus Iran yang dilakukannya membuat mayoritas anggota Kongres pusing kepala. Dalam sistem tata negara AS, Kongres ialah badan legislatif menyeluruh (bikameral) yang mencakup dua kamar: Senat (majelis tinggi) dan DPR (majelis rendah).
Berkali-kali Kongres berusaha melakukan impeachment terhadap Trump yang dimotori Partai Demokrat, tetapi selalu tidak digubrisnya. Berlarutnya perang melawan Iran, yang mengakibatkan kerugian besar menimpa AS, membuka borok bangsa sendiri. Warga AS yang tidak setuju dengan kebijakan perang Donald Trump mulai berbicara terus terang (speak up) tentang kepalsuan alasan yang dilakukan rezim penguasa AS. Mereka itu bukan hanya para pengamat yang berbeda aspirasi politik, melainkan juga orang dalam sendiri.
Mundurnya puluhan perwira tinggi Kementerian Pertahanan merupakan contoh yang tidak bisa disangkal. Mereka yang anti-Zionis Israel, baik dari warga AS keturunan Yahudi maupun warga AS yang lain, dan para mantan pejabat keamanan merupakan kelompok vokal yang berani mengkritisi kebijakan perang Trump. Selama ini, kelompok kritis seakan terbungkam oleh kekuatan lobi Zionis Israel yang merasuk dalam diri para penentu kebijakan pemerintahan Trump. Berpalingnya negara-negara sekutu Eropa yang tidak ingin terlibat perang menambah beban Trump untuk melanjutkan perang.
Double standard (standar ganda) yang menjadi ciri kebijakan AS menjadi dasar perilaku Donald Trump meskipun praktik 'standar ganda' dalam politik luar negeri juga sudah dijalankan rezim sebelumnya. Hubungan antara 'standar ganda' dan kebohongan bisa dibilang 'sebelas-dua belas'. AS selalu dipandang sebagai negara demokratis dan menentang otoritarianisme.
Beberapa pemimpin otoriter dunia digulingkan karena tidak sejalan dengan semangat demokrasi. Namun, ada pula negara demokratis yang pemerintahannya digulingkan AS karena tidak sejalan dengan kebijakan mereka. Kasus yang terakhir itu dapat dipahami karena AS sesungguhnya tidak menginginkan dunia ketiga menjadi negara demokratis. Hal itu akan membuat negara yang bersangkutan menjadi kuat. Sebuah kondisi yang sesungguhnya tidak diinginkan AS.
Melalui Donald Trump, kebijakan rezim penguasa AS terbongkar kebohongannya. Adalah Epstein (Jeffrey Edward Epstein), seorang pemodal, pelaku kejahatan seks anak, pemerkosa berantai, dan pedagang manusia berkebangsaan Amerika yang memiliki file lengkap tentang para pelaku paedofil. Gambar Trump sendiri muncul dalam koleksi itu. Seminggu sebelum perang AS-Israel versus Iran mulai, intensitas posting gambar Trump, sebagai salah seorang pengguna jasa Epstein, di Youtube memenuhi laman media sosial.
Ada anggapan bahwa munculnya gambar Trump di file Epstein itu merupakan jebakan Netanyahu untuk mendorong Trump memaklumkan perang melawan Iran. Anggapan itu tidak hanya benar menurut sebagian kalangan, tetapi juga menggambarkan dekatnya hubungan di antara kedua negara. Bahkan dikatakan bahwa AS itu sama saja dengan Israel; Trump identik dengan Netanyahu, Mossad setali tiga uang dengan CIA, dan sebagainya. Bantuan ratusan miliar dolar AS ke Israel setiap tahunnya menuai kritik dari warga AS sendiri. Apalagi, uang itu bersumber dari pajak rakyat.
KEBOHONGAN DAN POLITIK RADIKALISASI AS
Kebohongan yang dilakukan AS sesungguhnya menimpa dunia muslim dan dunia ketiga pada umumnya. Upaya penggulingan Saddam Hussein di Irak, dan berhasil, karena dituduh memiliki senjata pemusnah massal. Padahal, sebagaimana mereka akui sendiri, setelah peristiwa pelengseran Presiden Saddam Hussein, tuduhan itu tidak terbukti dan merupakan alasan yang dicari-cari. Saddam Hussein jatuh pada masa pemerintahan Presiden AS George W Bush Jr melalui invasi Irak pada 2003.
Penggulingan Muammar Gaddafi di Libya tidak terjadi pada masa pemerintahan George W Bush Jr (2001-2009), tetapi terjadi pada saat pemerintahan Barack Obama pada 2011. Penjatuhan itu menyusul intervensi militer NATO selama perang saudara. Libya di bawah Gaddafi justru melakukan perlucutan senjata pemusnah massal dan menormalisasi hubungan dengan Barat.
Sebagai imbalan atas pembatalan program senjata tersebut, George Bush secara resmi mengakhiri embargo perdagangan AS terhadap Libya pada September 2004. Namun, tuduhan baru rezim Obama terhadap Gaddafi muncul karena ia tidak akan menggunakan dolar AS dalam transaksi internasional.
Beberapa gerakan radikal yang dipersepsikan merusak tatanan dunia sengaja diciptakan untuk kepentingan AS-Israel. Jika menyimak yang disebutkan Hillary Clinton dalam wawancaranya pada 2010, kelompok radikal yang dimaksud mulai dari mujahidin, dibina untuk mengusir Uni Soviet dari Afghanistan; wahabi yang dicitrakan berideologi ekstrem disebarkan ke seluruh dunia; Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden dikaitkan dengan peristiwa WTC 11 September 2001.
Kesaksian banyak pihak, mulai tenaga Pemadam Kebakaran Kota New York (New York City Fire Department) sampai pengamat, wartawan, hingga bahkan beberapa tokoh dari komunitas Yahudi sendiri, menyatakan peristiwa WTC murni diledakkan dari dalam gedung oleh Mossad.
ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), yang juga dikenal sebagai ISIL atau Daesh, diklaim sebagai kelompok militan jihadis Salafi radikal yang bertujuan mendirikan negara kekhalifahan Islam di Irak dan Suriah. ISIS muncul dari kekacauan Perang Irak, dideklarasikan Abu Bakar al-Baghdadi pada 2013-2014. Yang bersangkutan menjalani brainstrorming saat ditahan tentara AS di Irak. Karena itu, ISIS is no less than CIA creation. Hillary Clinton (2010) sendiri menyatakan, “The people we are fighting today, we funded.”
Dari sumber terbaru, ISIS ialah Israel’s Security Inteligence Services sebagai organisasi di bawah Mossad yang beroperasi di luar negeri. Dalam operasinya ISIS menggunakan teknologi canggih, termasuk cyber security, dan bergerak di bawah tanah (clandestine). Seorang mantan pejabat intelijen militer, Mrs Josephine Guilbeau (2026), yang berpengalaman dalam militer AS selama 17 tahun, mengakui bahwa yang teroris itu ialah 'kami (AS)'. Pengakuan itu dikaitkan dengan pengeboman Minab School, korban serbuan pertama AS-Israel terhadap Iran, yang menewaskan sekitar 160 tiga siswa meninggal.
Stereotyping dan labelling terhadap Islam dan dunia muslim sebagai sumber radikalisme dilakukan AS-Israel sudah berlangsung lama. Rekayasa dilakukan untuk memperlemah potensi kekuatan umat. Dunia muslim dipandang sebagai bangsa yang membahayakan kepentingan mereka, yang dinilai memiliki potensi untuk bangkit sebagai kekuatan peradaban baru.
Empat hal yang merupakan potensi yang dimiliki dunia muslim: pertama, sumber daya alam yang melimpah, terutama minyak yang masih dibutuhkan dunia Barat. Pada saat negara OPEC, yang mayoritas didominasi negara muslim, mengembargo pengiriman minyak ke Barat pada awal 1970-an, AS, terutama, merasa sangat dirugikan.
Kedua, sumber daya manusia yang secara kuantitatif terus bertambah sangat mengkhawatirkan AS dan sekutu jika mereka itu dididik dan dikelola sebagaimana Barat mengelola masyarakat mereka.
Ketiga, potensi kekuatan ekonomi. Pada saat Barat mengalami resesi ekonomi, dunia muslim tenang-tenang saja.
Keempat, pengalaman sejarah masa lalu. Pada saat Barat menjajah dunia Timur, resistensi yang paling keras ialah perlawanan dari masyarakat muslim (Hungtinton, 1993). Keempat potensi itu, menurut pandangan AS, apabila dikelola dengan baik, akan melahirkan peradaban baru yang mengancam peradaban Barat modern sekarang ini.
Satu lagi kebohongan AS yang dianggap sebagai suatu kebenaran ialah pendaratan Apollo 11 di Bulan. Misi ruang angkasa AS itu diklaim telah mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969. Banyak kalangan sejak lama meyakini kebenarannya. Namun, saat terjadi perang AS-Israel lawan Iran, sebagian masyarakat AS sendiri membantah kejadian itu. Semuanya palsu dan dibuat-buat. Neil Amrstrong, yang selama ini ditokohkan sebagai salah seorang astronaut, membantah peristiwa itu terjadi.
Dalam wawancara dengan beberapa sumber, ia mengatakan bahwa Apollo 11 merupakan 'fake (palsu)', animasi. Ia menghindar sewaktu diminta bersumpah di atas Bibel oleh seorang jurnalis dengan iming-iming US$10 ribu jika benar ia telah mendarat di Bulan. Astronaut yang lain menghindar memberikan keterangan tentang kasus Apollo 11 dan menolak bersumpah di atas Bibel, sebagian karena tidak menerima Bibel sebagai pedoman hidup mereka. Seorang saksi tempat pembuatan film Apollo 11 diproses dinyatakan 'menghilang' setelah mengekspos tempat pendaratan (palsu) Apollo 11 di Bulan. Dalam kaitan itu National Aeronautics and Space Administration (NASA/Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional) Amerika Serikat dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
Kebohongan, rekayasa, fitnah, dan pencitraan seperti yang digambarkan di atas diterima sebagian elite penguasa negara berpenduduk mayoritas muslim. Radikalisme dan terorisme, di antaranya, menjadi issue yang terus dimunculkan kelompok berkepentingan. Dalam kaitan itu, kebohongan dibikin, diwariskan, dan dijadikan alat mencapai tujuan politik oleh para pihak berkepentingan, baik AS-Barat dan sebagian dunia muslim. Pertanyaannya, dengan terbongkarnya semua itu, issue radikalisme dan yang terkait dengan kebohongan di atas akan tetap menjadi dasar kebijakan politik nasional negara masing-masing? Hanya Allah Yang Mahatahu.
Presiden Donald Trump tetap pada pendiriannya untuk menghentikan total pengayaan uranium Iran. Simak detail kegagalan negosiasi nuklir di Islamabad.
Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan, tetapi memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika pembicaraan gagal.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan tim nasional sepak bola Iran bahwa keselamatan mereka terancam
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Hakim federal membatalkan dakwaan terhadap James Comey dan Letitia James setelah menyatakan penunjukan Jaksa AS Sementara Lindsey Halligan oleh Presiden Donald Trump tidak sah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved