Selat Hormuz Dibuka Total saat Gencatan Senjata, AS Tetap Blokade Iran

Andhika Prasetyo
18/4/2026 06:16
Selat Hormuz Dibuka Total saat Gencatan Senjata, AS Tetap Blokade Iran
ilustrasi(Anadolu)

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki fase baru setelah keputusan pembukaan jalur pelayaran strategis di tengah dinamika negosiasi yang belum sepenuhnya rampung. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz dibuka sepenuhnya selama masa gencatan senjata berlangsung.

“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” ujarnya melalui media sosial.

Pembukaan jalur ini dilakukan berdasarkan koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Iran, sebagai bagian dari langkah meredakan ketegangan kawasan yang berdampak pada perdagangan global, khususnya distribusi energi.

Merespons langkah tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan apresiasi.

“Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran terbuka sepenuhnya dan siap untuk lalu lintas penuh. Terima kasih!” tulisnya di platform Truth Social.

Namun, tak lama berselang, Trump menegaskan bahwa kebijakan blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan hingga proses negosiasi kedua negara benar-benar tuntas.

“Blokade laut akan tetap diberlakukan secara penuh terhadap Iran, hingga saat di mana transaksi dengan Iran 100 persen selesai,” ujarnya.

Meski demikian, ia optimistis proses tersebut tidak akan berlangsung lama karena sebagian besar poin perundingan disebut telah dibahas.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menjalani putaran pertama negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada 11 April, menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang diumumkan Washington.

Namun, Wakil Presiden AS, J. D. Vance, menyatakan perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan, sehingga delegasi AS kembali tanpa hasil. Menyusul kegagalan tersebut, Washington mengerahkan Angkatan Laut untuk melakukan blokade di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Laporan media internasional menyebutkan bahwa putaran kedua negosiasi dijadwalkan kembali berlangsung di Islamabad pada 19 April mendatang. Di sisi lain, dinamika kawasan juga dipengaruhi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari, hasil mediasi Amerika Serikat di Washington DC.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meski terdapat sinyal deeskalasi, ketidakpastian geopolitik masih membayangi stabilitas kawasan dan jalur perdagangan global.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya