Buntut Candaan Jimmy Kimmel, FCC Tinjau Ulang Lisensi Siaran TV Disney Lebih Awal

Thalatie K Yani
29/4/2026 09:06
Buntut Candaan Jimmy Kimmel, FCC Tinjau Ulang Lisensi Siaran TV Disney Lebih Awal
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.(Instagram)

KOMISI Komunikasi Federal AS (FCC) secara mengejutkan memerintahkan peninjauan ulang lebih awal terhadap lisensi siaran televisi milik Disney. Keputusan ini diambil hanya beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mendesak pemecatan pembawa acara larut malam, Jimmy Kimmel, dari saluran ABC.

Ketegangan bermula saat Kimmel melontarkan candaan yang menyebut Ibu Negara Melania Trump memiliki aura seorang "janda yang sedang menanti" (expectant widow). Pernyataan tersebut memicu kemarahan karena disampaikan hanya beberapa hari sebelum insiden penembakan di sebuah gala yang dihadiri keluarga Trump.

Dalam perintah yang dirilis Selasa, FCC menyatakan tengah menyelidiki stasiun ABC milik Disney atas kemungkinan pelanggaran, termasuk diskriminasi yang melanggar hukum. Perintah tersebut mewajibkan Disney menyerahkan aplikasi pembaruan lisensi untuk seluruh stasiun TV mereka dalam waktu 30 hari, padahal jadwal aslinya baru jatuh pada tahun 2028.

Menanggapi hal ini, juru bicara Disney menyatakan kepada BBC bahwa ABC dan stasiun-stasiunnya selalu beroperasi sesuai pedoman FCC.

"Stasiun-stasiun kami memiliki rekam jejak panjang dalam beroperasi dengan kepatuhan penuh terhadap aturan FCC dan melayani komunitas lokal dengan berita tepercaya, informasi darurat, serta program kepentingan publik," ujar juru bicara tersebut. "Fokus kami tetap pada melayani penonton di komunitas lokal tempat stasiun kami beroperasi."

Langkah FCC ini menuai kritik tajam dari komisioner internal sendiri. Anna M. Gomez, komisioner FCC dari faksi Demokrat, menyebut perintah tersebut sebagai "aksi politik". Melalui akun X miliknya, ia menulis: "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, melanggar hukum, dan tidak akan membuahkan hasil. Perusahaan harus melawannya secara langsung. Amandemen Pertama ada di pihak mereka."

Di sisi lain, tekanan dari Gedung Putih belum mereda. Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menyatakan bahwa Kimmel seharusnya "dikucilkan seumur hidup".

Jimmy Kimmel sendiri telah membela diri dalam acaranya pada Senin malam. "Itu adalah candaan ringan tentang fakta bahwa dia (Trump) hampir berusia 80 tahun dan dia (Melania) lebih muda dari saya. Itu sama sekali bukan seruan untuk pembunuhan," tegas Kimmel. Ia juga menambahkan bahwa dirinya selalu vokal dalam menentang kekerasan senjata api selama bertahun-tahun.

Meski peninjauan ini dapat berujung pada pencabutan lisensi, tindakan yang belum pernah dilakukan FCC dalam 40 tahun terakhir, para ahli hukum meragukan hal itu akan terjadi. Jeffrey Schneider, profesor hukum dari University of Southern California, menilai sangat tidak mungkin Disney kehilangan lisensinya. Menurutnya, beban pembuktian ada pada FCC untuk menunjukkan adanya "pelanggaran yang disengaja dan berulang".

"Menurut pendapat saya, ini murni tindakan politik yang dimaksudkan untuk memuaskan para pendukung pemerintah," pungkas Schneider.

Kasus ini menambah panjang daftar ancaman Trump terhadap jaringan TV yang dianggap memberikan publisitas buruk kepadanya, sekaligus memicu perdebatan mengenai batas otoritas pemerintah terhadap kebebasan pers di Amerika Serikat. (BBc/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya