Jimmy Kimmel Buka Suara Usai Donald Trump Tuntut ABC Lakukan Pemecatan

Thalatie K Yani
28/4/2026 12:28
Jimmy Kimmel Buka Suara Usai Donald Trump Tuntut ABC Lakukan Pemecatan
Jimmy Kimmel buka suara terkait tuduhan Melania dan Donald Trump soal lelucon 'janda hamil'. (Instagram)

KETEGANGAN antara pembawa acara late-night talk show Jimmy Kimmel dengan keluarga kepresidenan Amerika Serikat mencapai titik didih. Kimmel memberikan tanggapan balik setelah Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump menuntut pemecatannya terkait gurauan yang dinilai memicu kekerasan.

Dalam monolognya, Senin (27/4), Kimmel membela diri atas lelucon "janda yang sedang hamil" (expectant widow) yang dilontarkannya pada episode Kamis (23/4). Gurauan itu muncul hanya dua hari sebelum insiden percobaan pembunuhan yang terjadi di acara White House Correspondents' Dinner, Sabtu (25/4).

Kimmel: "Itu Hanya Roast, Bukan Seruan Pembunuhan"

Kimmel menegaskan candaannya murni mengomentari perbedaan usia pasangan tersebut, bukan sebuah provokasi politik.

"Itu jelas merupakan lelucon tentang perbedaan usia mereka dan raut wajah gembira yang kita lihat setiap kali mereka bersama," ujar Kimmel. "Itu adalah gurauan ringan tentang fakta bahwa dia (Trump) hampir berusia 80 tahun dan Melania lebih muda dari saya. Itu sama sekali bukan seruan untuk pembunuhan."

Meskipun membela konten acaranya, Kimmel menyampaikan simpati atas trauma yang dialami Melania akibat penembakan di Washington Hilton tersebut. "Saya menyesal Anda, Presiden, dan semua orang di ruangan itu harus melalui kejadian tersebut. Meskipun tidak ada yang terbunuh, bukan berarti itu tidak traumatis dan menakutkan," tambahnya.

Reaksi Keras Melania dan Donald Trump

Sebelumnya, Melania Trump mengecam keras Kimmel melalui unggahan di media sosial X. Ia menyebut retorika Kimmel "penuh kebencian dan kekerasan" serta menuduhnya sebagai penakut yang bersembunyi di balik perlindungan jaringan ABC.

"Orang seperti Kimmel seharusnya tidak memiliki kesempatan untuk masuk ke rumah kita setiap malam untuk menyebarkan kebencian. Sudah cukup. Saatnya ABC mengambil sikap," tulis Melania.

Presiden Trump turut memperkeruh suasana melalui unggahan di Truth Social. Ia menyebut pernyataan Kimmel "mengejutkan" dan merupakan "seruan kekerasan yang menjijikkan." Trump menuntut agar Disney dan ABC segera memecat pria berusia 58 tahun tersebut.

Riwayat Kontroversi dan Ancaman Pemecatan

Ini bukan kali pertama Kimmel menghadapi ancaman serupa. Pada September lalu, acaranya sempat dihentikan sementara setelah komentar kontroversial mengenai kematian aktivis konservatif Charlie Kirk.

Menanggapi tuntutan pemecatan kali ini, Kimmel merasa seperti mengalami deja vu. Ia juga menyindir balik pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang sebelumnya sempat berseloroh akan ada "tembakan yang dilepaskan di ruangan" (shots fired in the room), merujuk pada gaya pidato Trump, beberapa jam sebelum insiden penembakan nyata terjadi.

Hingga saat ini, pihak ABC dan Disney belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan pemecatan sang presenter yang telah memandu acara tersebut sejak 2003. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya