Pertemuan Melania Trump dan Ratu Camilla di Gedung Putih, Diplomasi dalam Sunyi

Thalatie K Yani
29/4/2026 06:29
Pertemuan Melania Trump dan Ratu Camilla di Gedung Putih, Diplomasi dalam Sunyi
Melania Trump dan Ratu Camilla(Flotus)

DI tengah upaya Amerika Serikat dan Inggris memperkuat "hubungan istimewa" mereka pada Selasa (28/4) waktu setempat, sosok Ibu Negara Melania Trump dan Ratu Camilla menjadi sorotan. Meski hadir mendampingi suami masing-masing dalam upacara penyambutan resmi di Gedung Putih, kedua perempuan ini tampil dengan peran yang tenang namun penuh makna.

Mengenakan busana serba putih, Melania dan Camilla berjalan di atas karpet merah mengamati rangkaian upacara kenegaraan, mulai dari dentuman meriam 21 kali hingga parade militer. Namun, saat Presiden Donald Trump dan Raja Charles III melakukan pertemuan pribadi, kedua pendamping ini menarik diri menuju paviliun tenis untuk sebuah agenda khusus.

Agenda tersebut memadukan sejarah dan modernitas. Diiringi alunan musik pop dari ansambel gesek, Melania dan Camilla berinteraksi dengan siswa sekolah menengah dalam acara yang menonjolkan penggunaan teknologi baru dalam pendidikan.

"Tidak ada satu pun dari mereka yang mencoba mencuri perhatian di sini," ujar Elizabeth Holmes, jurnalis independen dan penulis buku HRH: So Many Thoughts on Royal Style. Menurutnya, Charles dan Trump sangat menjadi pusat perhatian, sementara istri mereka memainkan peran pendukung yang representatif.

Di lapangan tenis Gedung Putih, kedua perempuan ini melihat tablet yang menampilkan apa yang dilihat para siswa melalui kacamata realitas virtual Meta, seperti Stonehenge dan Istana Buckingham. Melania juga mengurasi serangkaian artefak sejarah, termasuk patung dada Winston Churchill, yang diamati siswa menggunakan kacamata bertenaga AI.

Momen unik terjadi saat seorang siswa dengan polos menawarkan kacamata AI miliknya kepada sang Ratu. "Anda ingin mencoba ini?" tanya bocah itu. Camilla menanggapi dengan gelengan kepala sambil menjawab sopan, "tidak."

Pertemuan ini merupakan kali ketiga bagi keduanya dalam konteks kunjungan kenegaraan, namun menjadi yang pertama bagi Camilla di Gedung Putih sejak suaminya naik takhta. Meski terlihat akrab, Holmes menilai hubungan keduanya lebih bersifat formalitas tuntutan peran daripada kedekatan pribadi.

Diplomasi ini juga ditandai dengan pertukaran kado yang personal. Ratu Camilla memberikan Melania sebuah bros karya desainer Inggris, Fiona Rae, yang memadukan kerajinan tradisional dengan desain komputer. Sebaliknya, Melania menghadiahi Camilla enam sendok teh perak koleksi "English King" dari Tiffany & Co. serta satu stoples madu asli Gedung Putih, merujuk pada hobi sang Ratu dalam beternak lebah.

Meski suasana tampak tenang, kunjungan ini berlangsung di tengah isu sensitif yang membayangi kedua pihak, yakni keterkaitan tokoh-tokoh di sekitar mereka dengan mendiang Jeffrey Epstein. Melania baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas untuk menjaga jarak dari kasus tersebut, sementara keluarga kerajaan Inggris juga telah menjauhkan diri dari Pangeran Andrew.

Raja Charles III, dalam pidatonya di hadapan Kongres yang dihadiri Camilla, sempat menyinggung isu sosial secara umum tanpa menyebut nama tertentu. "Di kedua negara kita, kenyataan bahwa masyarakat kita yang dinamis, beragam, dan bebaslah yang memberi kita kekuatan kolektif, termasuk untuk mendukung para korban dari beberapa kejahatan yang, secara tragis, ada di kedua masyarakat kita saat ini," pungkas sang Raja. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya