Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RAJA Inggris, King Charles III, menorehkan sejarah baru dalam kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat. Di tengah sorotan tajam publik terhadap skandal yang menyeret nama adiknya, Pangeran Andrew, sang monarki memberikan pidato emosional di hadapan para anggota Kongres AS pada Selasa (28/4).
Dalam pidato tersebut, Raja berusia 77 tahun ini menyerukan pembaruan aliansi antara AS dan Inggris di tengah "masa ketidakpastian besar." Namun, di balik seruan persatuan NATO dan dukungan untuk Ukraina, terdapat satu bagian pidato yang dianggap sebagai referensi halus bagi para korban mendiang predator seksual, Jeffrey Epstein.
Menjadi anggota kerajaan Inggris kedua setelah mendiang Ratu Elizabeth II yang berpidato di Kongres, King Charles menyoroti kekuatan masyarakat yang bebas dalam menghadapi "penyakit" sosial.
"Di kedua negara kita, fakta bahwa masyarakat kita yang dinamis, beragam, dan bebaslah yang memberi kita kekuatan kolektif, termasuk untuk mendukung para korban dari beberapa penyakit yang, secara tragis, ada di kedua masyarakat kita saat ini," ujar sang Raja.
Seorang asisten istana mengonfirmasi bahwa pengakuan terhadap korban pelecehan memang ada dalam pikiran Raja saat menyusun naskah tersebut, sehingga kalimat itu secara alami dimasukkan ke dalam pidatonya.
Pesan ini muncul setelah serangkaian desakan dari politisi Amerika agar King Charles secara terbuka mengakui para korban Epstein selama kunjungan ini. Sebagaimana diketahui, hubungan pribadi dan politik antara keluarga kerajaan dengan lingkaran Epstein telah menjadi beban berat bagi monarki, terutama setelah penangkapan Pangeran Andrew pada 19 Februari lalu atas dugaan pelanggaran jabatan publik.
Meski ada permintaan untuk bertemu langsung dengan para penyintas, pihak istana telah menyatakan bulan lalu bahwa pertemuan tersebut tidak memungkinkan. Langkah ini diambil guna menghindari prasangka atau gangguan terhadap investigasi kepolisian Inggris yang tengah berlangsung terhadap dokumen-dokumen Epstein.
Pangeran Andrew, 66, secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait hubungannya dengan Epstein, yang tewas bunuh diri di penjara pada 2019.
Isu perlindungan korban bukan hal asing bagi pasangan kerajaan ini. Dalam sebuah pesta kebun di Kedutaan Besar Inggris sehari sebelumnya, Ratu Camilla secara khusus berbicara dengan para pendukung penyintas kekerasan domestik, termasuk Sandra Jackson, CEO House of Ruth.
"Memiliki seseorang dengan status beliau untuk memberikan perhatian pada perjuangan ini sangatlah penting," kata Jackson. "Beliau berterima kasih atas kerja keras yang kami lakukan... kami bersyukur atas semangat dan kepemimpinannya."
Terkait keputusan Raja untuk tidak bertemu langsung dengan korban Epstein di AS, Jackson menyatakan, "Saya menghormati keputusan mereka."
Sikap tegas King Charles terhadap skandal ini sebenarnya telah terlihat sejak Oktober 2025, saat ia mencopot gelar kerajaan dan kehormatan militer Pangeran Andrew. Dalam pernyataan resmi saat itu, pihak istana menegaskan:
"Yang Mulia ingin memperjelas bahwa pikiran dan simpati terdalam mereka telah, dan akan tetap, bersama para korban dan penyintas segala bentuk pelecehan."
Melalui pidato di Washington ini, King Charles seolah menegaskan kembali bahwa meski hukum sedang berjalan, simpati moral pihak takhta tetap berpihak pada mereka yang terluka oleh masa lalu yang kelam tersebut. (People/Z-2)
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
Raja Charles III menyampaikan pidato bersejarah di hadapan Kongres AS. Ini 5 poin utama mulai dari ketidakpastian global hingga sentilan halus soal hukum.
PM Israel Benjamin Netanyahu klaim terima laporan harian dari Wapres AS JD Vance soal negosiasi Iran. Politisi AS kritik transparansi pemerintahan Trump.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Anggota Kongres AS Suhas Subramanyam kirim surat desakan agar Sarah Ferguson bersaksi terkait hubungan bisnis dan pribadinya dengan Jeffrey Epstein.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap hubungan dekat David Blaine dan David Copperfield dengan Jeffrey Epstein.
Tinjauan terbaru terhadap dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap testimoni korban Jeffrey Epstein yang menyeret tokoh Wall Street hingga mantan senator. Mengapa investigasi mandek?
PM Inggris Keir Starmer menyebut pejabat Kemenlu sengaja menutupi kegagalan tes keamanan Lord Mandelson sebagai Dubes AS. Oposisi desak Starmer mundur.
Dewan Kota London meminta Andrew Mountbatten-Windsor menyerahkan gelar kehormatannya secara sukarela.
Google digugat di California atas dugaan fitur AI-nya membocorkan informasi kontak korban Jeffrey Epstein. Kasus ini menjadi preseden penting bagi tanggung jawab hukum perusahaan teknologi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved