Netanyahu Ungkap AS Lapor tiap Hari soal Iran, Kongres Murka

Ferdian Ananda Majni
14/4/2026 11:09
Netanyahu Ungkap AS Lapor tiap Hari soal Iran, Kongres Murka
Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu kegaduhan politik di Washington setelah mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) secara rutin memberikan laporan harian kepadanya terkait perkembangan negosiasi sensitif dengan Iran. Pernyataan ini memicu gelombang kritik dari anggota Kongres AS yang mempertanyakan transparansi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam rapat kabinet pada Senin (13/4), Netanyahu mengeklaim dirinya menerima pembaruan langsung dari Wakil Presiden AS, JD Vance. Komunikasi intensif tersebut bahkan tetap berlangsung saat Vance berada dalam perjalanan udara pulang dari perundingan di Islamabad, Pakistan.

"Saya berbicara kemarin dengan Wakil Presiden J.D. Vance. Dia menelepon saya dari pesawatnya dalam perjalanan pulang dari Islamabad. Dia melaporkan kepada saya secara detail, seperti yang dilakukan pemerintahan ini setiap hari, tentang perkembangan negosiasi," ujar Netanyahu sebagaimana dikutip dari Anadolu, Selasa (14/4).

Tudingan Pelanggaran Kesepakatan oleh Iran

Selain mengungkap kedekatan komunikasinya dengan Gedung Putih, Netanyahu juga menuding Iran melanggar kesepakatan awal yang menjadi dasar negosiasi. Pelanggaran tersebut mencakup kegagalan penghentian serangan dan penundaan pembukaan jalur strategis di Selat Hormuz.

Netanyahu mengeklaim bahwa kegagalan perundingan di Islamabad disebabkan oleh sikap tegas Amerika yang tidak dapat menoleransi pelanggaran Iran. "Perjanjian itu yakni penembakan akan berhenti dan Iran akan segera membuka selat. Mereka tidak melakukannya. Amerika tidak dapat menerima itu," klaimnya.

Reaksi Keras Kongres dan Pengamat AS

Pernyataan Netanyahu tersebut langsung menuai reaksi keras di dalam negeri Amerika Serikat. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Mark Pocan, mengecam keras prioritas pelaporan informasi yang dilakukan pemerintahan Trump.

"Pemerintahan Trump setiap hari melaporkan kepada Netanyahu tentang perang Iran, tetapi bukan kepada Kongres atau rakyat Amerika. Renungkanlah itu," tulis Pocan melalui platform X.

Kritik senada datang dari mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Joe Kent. Ia memperingatkan bahwa keterlibatan mendalam Israel dalam pengambilan keputusan strategis AS dapat menggagalkan negosiasi damai.

Analisis Joe Kent, "Israel mendorong nol pengayaan uranium karena mereka tahu itu adalah racun bagi Iran dan akan mengakibatkan perang berlanjut."

Bahkan komentator konservatif Candace Owens turut memberikan komentar pedas. Ia menyebut bahwa Netanyahu seolah sengaja mempermalukan Donald Trump dan JD Vance di depan publik dengan mengungkap detail komunikasi rahasia tersebut.

Konteks Geopolitik Terkini

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Netanyahu. Situasi ini terjadi di tengah upaya Pakistan memediasi gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang hingga kini belum membuahkan kesepakatan permanen.

Di sisi lain, ketegangan regional tetap tinggi meskipun terdapat rencana perundingan langsung antara Israel dan Libanon yang dijadwalkan digelar di Washington pada Selasa (14/4). Keterbukaan Netanyahu mengenai laporan harian dari AS dikhawatirkan akan semakin menyulitkan posisi diplomatik Washington di mata internasional. (Fer/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya