Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKANAN terhadap Andrew Mountbatten-Windsor terus meningkat. Dewan Kota London secara resmi telah mengundang mantan pangeran tersebut untuk melepaskan gelar kehormatan Freedom of the City of London miliknya. Langkah ini menambah daftar panjang sanksi publik yang ia terima pasca-skandal yang melibatkan Jeffrey Epstein.
Andrew menerima penghargaan tersebut pada tahun 2012 melalui jalur "patrimoni", karena ayahnya, mendiang Pangeran Philip, merupakan seorang pemegang gelar tersebut. Secara historis, gelar kuno ini memberikan hak simbolis kepada penerimanya untuk menggiring domba melewati Jembatan London tanpa dikenakan biaya.
Pihak City of London Corporation (CLC) menyatakan secara hukum mereka tidak memiliki mekanisme efektif untuk mencabut gelar yang didapat melalui jalur warisan. Oleh karena itu, para anggota terpilih sepakat untuk menyurati Andrew dan memintanya menyerahkan gelar tersebut secara sukarela.
"Anggota terpilih hari ini telah setuju untuk menyurati Tn. Mountbatten-Windsor, mengundangnya untuk secara resmi melepaskan gelar Freedom tersebut," ujar juru bicara CLC. Pihak korporasi menyatakan akan mempertimbangkan respons yang diterima, jika ada, pada pertemuan mendatang untuk menentukan tindakan lebih lanjut.
Langkah ini menyusul pencabutan gelar serupa milik Sarah Ferguson di York pada Maret lalu, setelah anggota dewan memberikan suara bulat untuk menghapus kehormatannya karena keterkaitannya dengan kasus Epstein. Andrew sendiri telah dicabut gelar Freedom of the City of York miliknya pada tahun 2022.
Nasib Andrew kian terpuruk setelah tahun lalu Raja Charles mencopot gelar kerajaan, gaya sapaan, dan tanda kehormatan militernya. Situasi semakin pelik setelah pada Februari lalu, Andrew sempat ditahan selama 11 jam atas dugaan pelanggaran jabatan publik terkait dokumen Epstein, meski ia membantah keras segala tuduhan tersebut.
Selain kehilangan gelar, nama Andrew juga mulai dihapus dari berbagai gedung, memorial militer, dan sekolah di seluruh Inggris. Salah satu yang paling menyakitkan baginya adalah penghapusan namanya dari empat plakat di Kepulauan Falkland, tempat ia pernah dianggap sebagai pahlawan perang saat bertugas di Angkatan Laut Kerajaan pada 1982.
Saat ini, Andrew dilaporkan telah menjauh dari mata publik sejak pindah dari Royal Lodge di Windsor. Ia kini tinggal di perkebunan Sandringham di Norfolk dengan pendanaan pribadi dari kakak sulungnya, Sang Raja.
Meskipun status sosial dan kediamannya telah hilang, ia tetap berada di urutan kedelapan dalam garis suksesi takhta. Untuk menghapusnya dari daftar suksesi, diperlukan Undang-Undang Parlemen Inggris serta persetujuan dari 15 wilayah Persemakmuran. Sejauh ini, Kanada, Australia, dan Selandia Baru telah menyatakan dukungannya untuk menghapus Andrew dari garis suksesi tersebut. (BBC/Z-2)
King Charles III memberikan pidato emosional di depan Kongres AS. Di tengah skandal Pangeran Andrew, sang Raja menyelipkan pesan khusus bagi para penyintas kekerasan.
Raja Charles III dan Ratu Camilla tiba di Washington untuk kunjungan kenegaraan pertama sejak naik takhta.
Mantan jaksa senior Inggris menyebut polisi bergerak cepat saat kepentingan negara terancam, namun lambat dalam menangani laporan kekerasan seksual penyintas Jeffrey Epstein.
Pangeran William mengaku sedang tidak dalam kondisi tenang untuk menonton film 'Hamnet'.
Berbeda dengan tuduhan sebelumnya yang berfokus pada pelecehan seksual, penangkapan kali ini didasarkan pada temuan bahwa Andrew diduga menyalahgunakan perannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved