Andrew Mountbatten-Windsor Diminta Lepas Gelar Freedom of the City of London

Thalatie K Yani
17/4/2026 09:00
Andrew Mountbatten-Windsor Diminta Lepas Gelar Freedom of the City of London
Dewan Kota London meminta Andrew Mountbatten-Windsor menyerahkan gelar kehormatannya secara sukarela. (AFP)

TEKANAN terhadap Andrew Mountbatten-Windsor terus meningkat. Dewan Kota London secara resmi telah mengundang mantan pangeran tersebut untuk melepaskan gelar kehormatan Freedom of the City of London miliknya. Langkah ini menambah daftar panjang sanksi publik yang ia terima pasca-skandal yang melibatkan Jeffrey Epstein.

Andrew menerima penghargaan tersebut pada tahun 2012 melalui jalur "patrimoni", karena ayahnya, mendiang Pangeran Philip, merupakan seorang pemegang gelar tersebut. Secara historis, gelar kuno ini memberikan hak simbolis kepada penerimanya untuk menggiring domba melewati Jembatan London tanpa dikenakan biaya.

Desakan Pelepasan Gelar Secara Sukarela

Pihak City of London Corporation (CLC) menyatakan secara hukum mereka tidak memiliki mekanisme efektif untuk mencabut gelar yang didapat melalui jalur warisan. Oleh karena itu, para anggota terpilih sepakat untuk menyurati Andrew dan memintanya menyerahkan gelar tersebut secara sukarela.

"Anggota terpilih hari ini telah setuju untuk menyurati Tn. Mountbatten-Windsor, mengundangnya untuk secara resmi melepaskan gelar Freedom tersebut," ujar juru bicara CLC. Pihak korporasi menyatakan akan mempertimbangkan respons yang diterima, jika ada, pada pertemuan mendatang untuk menentukan tindakan lebih lanjut.

Langkah ini menyusul pencabutan gelar serupa milik Sarah Ferguson di York pada Maret lalu, setelah anggota dewan memberikan suara bulat untuk menghapus kehormatannya karena keterkaitannya dengan kasus Epstein. Andrew sendiri telah dicabut gelar Freedom of the City of York miliknya pada tahun 2022.

Penyelidikan Hukum dan Pengasingan Publik

Nasib Andrew kian terpuruk setelah tahun lalu Raja Charles mencopot gelar kerajaan, gaya sapaan, dan tanda kehormatan militernya. Situasi semakin pelik setelah pada Februari lalu, Andrew sempat ditahan selama 11 jam atas dugaan pelanggaran jabatan publik terkait dokumen Epstein, meski ia membantah keras segala tuduhan tersebut.

Selain kehilangan gelar, nama Andrew juga mulai dihapus dari berbagai gedung, memorial militer, dan sekolah di seluruh Inggris. Salah satu yang paling menyakitkan baginya adalah penghapusan namanya dari empat plakat di Kepulauan Falkland, tempat ia pernah dianggap sebagai pahlawan perang saat bertugas di Angkatan Laut Kerajaan pada 1982.

Hidup dalam Isolasi

Saat ini, Andrew dilaporkan telah menjauh dari mata publik sejak pindah dari Royal Lodge di Windsor. Ia kini tinggal di perkebunan Sandringham di Norfolk dengan pendanaan pribadi dari kakak sulungnya, Sang Raja.

Meskipun status sosial dan kediamannya telah hilang, ia tetap berada di urutan kedelapan dalam garis suksesi takhta. Untuk menghapusnya dari daftar suksesi, diperlukan Undang-Undang Parlemen Inggris serta persetujuan dari 15 wilayah Persemakmuran. Sejauh ini, Kanada, Australia, dan Selandia Baru telah menyatakan dukungannya untuk menghapus Andrew dari garis suksesi tersebut. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya