Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNJUNGAN Raja Charles III ke Amerika Serikat tidak sekadar merayakan hari jadi AS ke-250, namun juga membawa misi diplomatik penting guna memperbaiki hubungan kedua negara yang tengah mendingin. Di tengah perbedaan pandangan terkait konflik di Timur Tengah, Raja Charles III menyampaikan pidato bersejarah di hadapan Kongres AS pada Selasa siang waktu setempat.
Pidato ini menjadi momen krusial untuk mencairkan suasana dengan Presiden Donald Trump. Berikut adalah lima poin utama dalam pidato sang penguasa Inggris tersebut:
Raja Charles III memulai pidatonya dengan kejujuran mengenai "masa-masa ketidakpastian besar" yang dihadapi AS dan Inggris. Beliau menyinggung konflik di Timur Tengah dan Eropa yang menjadi titik gesekan kedua negara, serta mengecam kekerasan politik yang sempat mengganggu agenda nasional baru-baru ini. Mengingat sejarah tahun 1776, Sang Raja berseloroh, "Kita mungkin bisa setuju bahwa kita tidak selalu setuju," namun menekankan bahwa saat kedua negara selaras, mereka dapat melakukan hal luar biasa bagi dunia.
Salah satu momen paling riuh adalah ketika Raja Charles menyinggung tradisi hukum Inggris yang tertuang dalam Magna Carta. Beliau menyebut bahwa "kekuasaan eksekutif tunduk pada checks and balances (pengawasan dan keseimbangan)." Pernyataan ini disambut tepuk tangan berdiri (standing ovation) dari pihak Demokrat, yang sering kali mengkritik gaya kepemimpinan Trump. Beliau juga menegaskan bahwa "kata-kata Amerika memiliki bobot, namun tindakan bangsa besar ini jauh lebih penting."
Sebagai veteran Angkatan Laut Kerajaan, Raja Charles membela peran penting aliansi keamanan transatlantik. Beliau mengingatkan bahwa NATO hanya pernah memobilisasi kekuatan penuh saat membela satu anggota setelah serangan 9/11. Di tengah kritik Trump terhadap militer Inggris, Sang Raja justru menyoroti kerja sama intelijen dan militer, bahkan menyelipkan kekhawatiran jangka panjangnya soal perubahan iklim terkait mencairnya es di kutub.
Meski diharapkan banyak pihak, Raja Charles memilih untuk tidak menyebut nama Jeffrey Epstein secara langsung dalam pidatonya. Beliau hanya memberikan pernyataan yang dinilai samar mengenai kebutuhan untuk "mendukung para korban dari beberapa kejahatan yang secara tragis ada di masyarakat kita saat ini." Hal ini dipandang sebagai langkah hati-hati di tengah skandal yang melibatkan saudaranya, Andrew Mountbatten-Windsor.
Di balik misi diplomatik yang serius, Raja Charles menyelipkan humor untuk mencairkan suasana. Beliau mengutip Oscar Wilde tentang Amerika dan Inggris yang memiliki kesamaan dalam segala hal "kecuali, tentu saja, bahasa." Ia juga bercanda bahwa kedatangannya bukan sebagai "aksi barisan belakang yang licik" untuk menegakkan kembali kekuasaan Inggris di Amerika, merujuk pada sejarah kemerdekaan AS.
Presiden Donald Trump sendiri tampak puas dengan pertemuan tersebut. "Dia adalah orang yang fantastis. Mereka adalah orang-orang luar biasa dan ini adalah kehormatan nyata," ujar Trump usai pertemuan di Gedung Putih. Meski beberapa poin pidato dianggap memberikan angin segar bagi oposisi, diplomasi "serangan pesona" (charm offensive) Raja Charles III dinilai berhasil memecah kebekuan hubungan kedua negara. (BBC/Z-2)
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
King Charles III memberikan pidato emosional di depan Kongres AS. Di tengah skandal Pangeran Andrew, sang Raja menyelipkan pesan khusus bagi para penyintas kekerasan.
PM Israel Benjamin Netanyahu klaim terima laporan harian dari Wapres AS JD Vance soal negosiasi Iran. Politisi AS kritik transparansi pemerintahan Trump.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Anggota Kongres AS Suhas Subramanyam kirim surat desakan agar Sarah Ferguson bersaksi terkait hubungan bisnis dan pribadinya dengan Jeffrey Epstein.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Melania Trump dan Ratu Camilla mendampingi suami mereka dalam kunjungan kenegaraan di Washington. Simak momen unik mereka saat mencoba teknologi AI di tengah tensi politik.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Donald Trump dan PM Inggris Keir Starmer untuk segera bertemu di tengah ketegangan diplomatik terkait konflik Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved