Donald Trump Ungkap Keteguhan Melania Hadapi Teror Penembakan di Washington

Thalatie K Yani
27/4/2026 06:53
Donald Trump Ungkap Keteguhan Melania Hadapi Teror Penembakan di Washington
Donald Trump ungkap momen mencekam saat penembakan di acara jamuan wartawan. Simak pengakuannya tentang keteguhan Melania Trump menghadapi teror tersebut.(AFP)

PRESIDEN Donald Trump memuji sikap tenang Ibu Negara, Melania Trump, saat insiden penembakan pecah di tengah acara White House Correspondents’ Dinner, Sabtu (25/4) malam. Meski situasi mencekam, Trump menyebut istrinya mampu menghadapi keadaan tersebut dengan sangat baik.

Dalam wawancara eksklusif bersama Norah O’Donnell di program "60 Minutes" CBS News, Trump menyoroti perbedaan pengalaman antara dirinya dan sang istri. Meski ini adalah ketiga kalinya Trump menghadapi ancaman pembunuhan, bagi Melania, ini adalah pengalaman pertama berada langsung di lokasi saat tembakan dilepaskan.

"Saya sudah pernah melalui ini beberapa kali sebelumnya. Dan dia belum pernah mengalaminya sejauh ini," ujar Trump pada hari Minggu.

Trump mendeskripsikan sosok istrinya sebagai perempuan yang kuat dan cerdas. "Dia sangat kuat, pintar. Dia paham. Dia tahu apa yang sedang terjadi. Dia mendengarkan," tambahnya.

Detik-Detik Menyadari Bahaya

Trump menceritakan momen ketika suasana di dalam ruangan mulai berubah drastis. Saat itu, acara sedang diisi oleh penampil Oz Pearlman, yang dikenal sebagai "Oz the Mentalist". Pearlman tengah melakukan segmen menebak nama anak Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang masih dalam kandungan.

Namun, keceriaan itu mendadak sirna ketika suara letusan mulai terdengar. Trump menjelaskan bahwa ia dan Melania segera menyadari bahwa gangguan tersebut bukanlah insiden biasa.

"Pada saat itu, saya rasa dia menyadari lebih awal bahwa suara itu lebih mirip suara peluru daripada suara nampan jatuh," jelas Trump merujuk pada bunyi yang menggema di area hotel tersebut.

Ketakutan di Balik Ketegangan

Saat ditanya apakah Melania merasa takut, Trump memberikan jawaban yang diplomatis. Ia mengakui bahwa situasi tersebut sangat mengguncang siapa pun yang berada di sana.

"Saya tidak ingin mengatakannya, dan orang-orang tidak suka jika dikatakan bahwa mereka takut, tapi tentu saja, maksud saya, siapa yang tidak akan takut dalam situasi seperti itu?" ungkapnya.

Trump juga menambahkan bahwa setelah kejadian tersebut, Melania tampak sangat terpukul dengan apa yang baru saja terjadi. "Dia terlihat sangat sedih atas apa yang baru saja berlangsung," pungkasnya.

Sebagai informasi, Melania Trump tidak hadir dalam dua upaya pembunuhan sebelumnya terhadap sang suami yang terjadi pada tahun 2024, yakni di Butler, Pennsylvania, dan West Palm Beach, Florida. Insiden di Washington ini menjadi pengalaman pertama sang Ibu Negara berada di garis depan ancaman keamanan yang nyata. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya