Istana Buckingham Pastikan Kunjungan Raja Charles ke AS Tetap Berlanjut Pasca-Penembakan di Washington

Thalatie K Yani
27/4/2026 04:36
Istana Buckingham Pastikan Kunjungan Raja Charles ke AS Tetap Berlanjut Pasca-Penembakan di Washington
Istana Buckingham memastikan kunjungan kenegaraan Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat tetap sesuai jadwal meski ada insiden penembakan.(White House)

ISTANA Buckingham menegaskan kunjungan kenegaraan Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat akan tetap berjalan sesuai rencana. Keputusan ini diambil setelah serangkaian diskusi mendalam pasca-insiden penembakan yang mengguncang acara White House Correspondents' Dinner di Washington DC, Sabtu malam.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu waktu setempat, pihak Istana menyatakan keputusan untuk melanjutkan kunjungan selama empat hari tersebut dibuat setelah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas keamanan di kedua belah pihak.

"Kunjungan akan berlangsung sesuai rencana setelah melalui diskusi di kedua sisi Atlantik sepanjang hari," bunyi pernyataan tersebut.

Penyesuaian Agenda dan Peningkatan Keamanan

Meski jadwal utama tetap berjalan, dipahami akan ada penyesuaian kecil pada beberapa agenda untuk meminimalisir risiko. Keamanan bagi pasangan kerajaan tersebut, yang semula sudah sangat ketat, kini ditingkatkan ke level yang lebih tinggi menyusul aksi penembakan yang diduga menargetkan Presiden Donald Trump.

Pihak Istana menyampaikan bahwa Raja Charles merasa "sangat lega" mendengar kabar bahwa Presiden Trump, Melania Trump, dan para tamu lainnya tidak terluka. Raja dan Ratu juga dilaporkan telah menghubungi keluarga Trump secara pribadi untuk menyampaikan simpati mereka bagi para korban yang terdampak serangan tersebut.

Jaksa Agung AS sementara, Todd Blanche, menyatakan keyakinannya terhadap keamanan kunjungan Raja Charles. Kepada NBC News, ia menegaskan bahwa penangkapan tersangka Cole Tomas Allen (31) pada malam kejadian justru membuktikan bahwa sistem keamanan AS bekerja dengan efektif.

Agenda Diplomatik di Tengah Ketegangan

Kunjungan kenegaraan ini tetap menjadi momentum penting meskipun dibayangi isu diplomatik yang menantang, termasuk perbedaan pandangan antara kedua negara terkait kedaulatan Kepulauan Falkland dan konflik Iran.

Dalam agenda aslinya, Raja Charles dijadwalkan untuk menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS, mengunjungi memorial 9/11 di New York, serta menghadiri peletakan karangan bunga di Virginia untuk menghormati tentara AS dan Inggris yang gugur.

Presiden Trump sendiri, dalam wawancara dengan BBC awal pekan ini, memuji sosok Raja Charles dan berharap kunjungan ini dapat memperbaiki hubungan bilateral.

"Saya mengenalnya dengan baik, saya sudah mengenalnya bertahun-tahun. Beliau adalah pria yang berani, dan pria yang hebat," ujar Trump.

Kecaman atas Kekerasan Politik

Sejumlah tokoh politik Inggris turut memberikan respons atas insiden di Washington. Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyampaikan dukungannya kepada Trump dan Melania melalui sambungan telepon, serta mendoakan kesembuhan bagi petugas Secret Service yang terluka.

Pemimpin Liberal Demokrat, Sir Ed Davey, dan pemimpin Reform UK, Nigel Farage, senada mengecam segala bentuk kekerasan politik. "Kekerasan politik adalah tindakan yang salah. Kita semua harus mengutuk serangan ini dan bersyukur tidak ada nyawa yang melayang," tulis Davey melalui akun media sosialnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya