Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dijadwalkan memimpin delegasi diplomatik tingkat tinggi menuju Islamabad, Pakistan, pada Selasa (21/4) waktu setempat. Kunjungan ini merupakan upaya krusial untuk membujuk Iran kembali ke meja perundingan sebelum tenggat waktu gencatan senjata berakhir.
Vance didampingi utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu presiden, Jared Kushner. Namun, misi ini dibayangi pesimisme dari Teheran. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan adanya "ketidakpercayaan historis yang mendalam" terhadap Washington. Ia menilai sinyal kontradiktif dari pejabat AS hanyalah upaya untuk memaksa negaranya menyerah.
"Rakyat Iran tidak tunduk pada tekanan," tegas Pezeshkian.
Jika Vance hadir, delegasi Iran kemungkinan besar akan kembali dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Poin krusial dalam perundingan ini mencakup tuntutan Iran agar AS mengakhiri blokade di pelabuhan-pelabuhan mereka.
Di sisi lain, Presiden Trump tetap teguh pada pendiriannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Trump bahkan memperpanjang jeda pertempuran selama 24 jam hingga Rabu malam waktu Washington untuk memberi ruang bagi pertemuan di Islamabad.
Namun, Trump juga memberikan peringatan keras. "Sangat kecil kemungkinan saya akan memperpanjangnya (gencatan senjata) lagi," ujarnya kepada Bloomberg, mengisyaratkan bahwa operasi militer bisa berlanjut jika kesepakatan gagal dicapai.
Konflik ini telah memukul ekonomi global. Harga minyak mentah Brent melonjak melampaui US$95 per barel akibat lumpuhnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Situasi semakin tegang setelah militer AS menyita kapal kontainer berbendera Iran, Touska, pada hari Minggu karena mengabaikan peringatan saat mencoba menerobos blokade.
Pakistan, sebagai tuan rumah, telah melakukan persiapan maksimal. Ibu kota Islamabad kini berada dalam status lockdown keamanan, transportasi umum dihentikan, dan pemadaman listrik yang biasanya terjadi enam hingga tujuh jam sehari ditangguhkan demi kelancaran perundingan.
Di saat yang sama, ketegangan regional lainnya juga menunjukkan dinamika diplomasi. Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi Israel dan Libanon akan mengadakan pembicaraan tingkat duta besar di Washington pada Kamis mendatang. Ini merupakan diskusi pertama kedua negara sejak pengumuman gencatan senjata 10 hari di wilayah tersebut pekan lalu.
Meski demikian, militer Israel tetap memperketat kontrol di wilayah selatan Libanon dengan melarang warga mendekati zona perbatasan di sepanjang Sungai Litani, sebuah tanda stabilitas di kawasan masih jauh dari kata pasti. (The Guardian/Z-2)
Presiden AS Donald Trump memutuskan membatalkan rencana kunjungan utusannya ke Pakistan untuk membahas perundingan damai dengan Iran.
Persiapan intensif di Islamabad, Pakistan, menguatkan sinyal bahwa putaran kedua perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
AMERIKA Serikat (AS) dan Iran dikabarkan akan melanjutkan perundingan tahap kedua dalam waktu dekat.
Pengamat Hubungan Internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menjelaskan alasan jalur perundingan Iran dan Amerika Serikat belum tertutup.
Kegagalan perundingan damai antara Donald Trump dan pemerintah Iran di Islamabad kembali memperuncing ketegangan kedua negara, sekaligus membuka babak baru ketidakpastian di kawasan dan jalur energi global.
Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu pimpinan militer Pakistan di Islamabad untuk membahas kelanjutan perundingan Iran-AS melalui jalur diplomasi tidak langsung.
Rencana kunjungan Wapres AS JD Vance ke Islamabad resmi dibatalkan di tengah ketidakpastian negosiasi damai dengan Iran. Presiden Trump umumkan perpanjangan gencatan senjata.
AS dan Iran berencana lanjutkan perundingan damai di Islamabad. Ketegangan di Selat Hormuz masih tinggi, namun peluang kesepakatan dinilai terbuka.
Namun, dalam pembaruan pernyataannya, Trump mengisyaratkan bahwa Pakistan menjadi opsi paling realistis untuk melanjutkan dialog.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved