Alasan Jalur Perundingan AS-Iran Belum Tertutup 

Media Indonesia
15/4/2026 21:40
Alasan Jalur Perundingan AS-Iran Belum Tertutup 
Presiden AS Donald Trump(AFP)

IRAN dan Amerika Serikat disebut akan melakukan perundingan damai putaran kedua setelah kesepakatan gagal tercapai. Pengamat Hubungan Internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menjelaskan alasan jalur perundingan kedua negara belum tertutup. 

Berlanjutnya perundingan dinilai oleh sebagian analis hanya sebagai upaya menunda eskalasi ketegangan, bukan strategi kompromi jangka panjang.

"Analis menulis bahwa memang mereka optimistis ini bisa jadi tactical advantage untuk menunda eskalasi ketegangan, tetapi bukan sebagai kompromi strategis antara kedua negara," terang Andrea di Jakarta, Rabu (14/4).

Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme perundingan dengan Iran yang menurutnya bisa tercapai di Pakistan.

"Sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan," ujarnya saat wawancara dengan New York Post, Selasa (13/4).

Menurut Andrea pernyataan Trump merupakan sinyal bahwa saluran diplomasi kedua negara belum tertutup.

Tantangan

Ia menyebut perundingan AS dan Iran dihadapkan pada sejumlah tantangan. Isu-isu krusial seperti program nuklir Iran, kepentingan ekonomi dan kontrol di Selat Hormuz dianggap sulit untuk disepakati.

Selain itu Israel sebagai pihak ketiga dianggap dapat menjadi penganggu selama proses negosiasi damai. 

Pada saat perundingan berlangsung antara Iran dan AS,  Israel, melancarkan serangan ke Libanon di tengah gencatan senjata sementara selama dua pekan. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya