Gedung Putih Batalkan Kunjungan JD Vance ke Pakistan

Thalatie K Yani
22/4/2026 05:10
Gedung Putih Batalkan Kunjungan JD Vance ke Pakistan
Rencana kunjungan Wapres AS JD Vance ke Islamabad resmi dibatalkan di tengah ketidakpastian negosiasi damai dengan Iran. Presiden Trump umumkan perpanjangan gencatan senjata.(Media Sosial X)

GEDUNG Putih secara resmi mengonfirmasi pembatalan rencana perjalanan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, ke Pakistan yang sedianya ditujukan untuk negosiasi perdamaian dengan Iran. Pembatalan mendadak ini memicu tanda tanya besar mengenai stabilitas proses diplomasi yang tengah berlangsung di Islamabad.

Vance awalnya dijadwalkan tiba di Islamabad pada Rabu ini untuk kunjungan keduanya bulan ini. Misi utamanya adalah memfinalisasi kesepakatan dengan pejabat Iran. Namun, seorang pejabat administrasi menyatakan bahwa agenda tersebut tidak akan berjalan sesuai rencana.

"Setiap pembaruan lebih lanjut mengenai pertemuan tatap muka akan diumumkan langsung oleh Gedung Putih," ujar pejabat tersebut sebagaimana dilaporkan oleh mitra BBC, CBS.

Dinamika di Gedung Putih

Situasi terkait pembicaraan di Islamabad saat ini digambarkan sangat cair dan cenderung kacau. Beberapa saat sebelum pengumuman pembatalan, sejumlah tokoh kunci terlihat memasuki Gedung Putih secara mendadak. Kamera televisi menangkap kehadiran utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner. Tak lama kemudian, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga tampak memasuki gedung.

Kehadiran para pejabat tinggi ini mengindikasikan adanya pertemuan darurat di tingkat atas, mengingat Vance, Witkoff, dan Kushner adalah tim inti yang didelegasikan untuk pembicaraan di Pakistan. Hingga kini, baik kantor Wakil Presiden maupun Gedung Putih masih irit bicara mengenai alasan pasti penundaan tersebut, apakah karena kurangnya komitmen Iran atau adanya perselisihan terkait poin-poin kesepakatan.

Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran tanpa batas waktu yang ditentukan. Melalui pernyataan di media sosial, Trump mengungkapkan bahwa langkah ini diambil atas permintaan pihak Pakistan.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini sedang sangat terpecah... dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menunda serangan terhadap negara Iran hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang bersatu," tulis Trump.

Meski gencatan senjata diperpanjang, Trump menegaskan blokade pelabuhan Iran akan tetap berlanjut dan militer AS tetap dalam posisi siaga penuh.

Respons Pakistan

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyambut baik keputusan Trump. Ia menyampaikan apresiasinya atas kesempatan diplomatik yang diberikan untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

"Saya dengan tulus berterima kasih kepada Presiden Trump karena telah mengabulkan permintaan kami untuk memperpanjang gencatan senjata guna memberikan ruang bagi upaya diplomatik yang sedang berjalan," kata Sharif dalam pernyataan resminya.

Ia berharap kedua belah pihak dapat segera merampungkan "Kesepakatan Damai" yang komprehensif pada putaran kedua pembicaraan di Islamabad demi mengakhiri konflik secara permanen. Namun, dengan batalnya kunjungan JD Vance, publik kini menanti apakah momentum perdamaian ini akan tetap terjaga atau justru kembali menemui jalan buntu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya