Upaya Damai Gagal, Ketegangan AS-Iran Justru Meningkat

Ferdian Ananda Majni
26/4/2026 18:07
Upaya Damai Gagal, Ketegangan AS-Iran Justru Meningkat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok AFP)

PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar. Hal itu seiring mandeknya negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua bulan. 

Kedua pihak, baik Teheran maupun Washington, dinilai belum menunjukkan tanda-tanda melonggarkan posisi mereka.

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad. 

Keputusan ini dinilai sebagai pukulan bagi upaya perdamaian. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah meninggalkan Pakistan setelah menyampaikan kerangka kerja potensial kepada mediator.

Trump mengungkapkan bahwa Washington telah menerima proposal damai baru dari Teheran, namun langsung menolaknya karena dianggap tidak memadai. 

Konflik yang terus berlanjut ini telah mendorong harga energi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, meningkatkan inflasi, serta memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global.

Di Iran, Araghchi dilaporkan melanjutkan perjalanan diplomatik ke Oman sebelum dijadwalkan kembali ke Pakistan dan kemudian menuju Rusia, menurut kantor berita IRNA. 

Sementara itu, US Central Command menyatakan telah mencegat kapal bernama Sevan yang diduga bagian dari armada bayangan Iran, yakni jaringan kapal yang disebut digunakan untuk mengekspor minyak dan gas ke pasar luar negeri.

Dalam jalur diplomasi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahwa Teheran tidak akan menerima negosiasi yang dipaksakan di bawah ancaman atau blokade. 

Ia menekankan bahwa AS harus terlebih dahulu menghapus hambatan operasional, termasuk blokade pelabuhan Iran, sebelum pembicaraan dapat dilanjutkan.

Araghchi juga melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan untuk membahas perkembangan diplomasi dan situasi regional, meski detail pembicaraan tidak diungkapkan.

Di pihak AS, Trump menyatakan pembatalan kunjungan diplomatik disebabkan oleh tingginya biaya dan kompleksitas perjalanan, serta menilai tawaran Iran belum memenuhi ekspektasi. Ia juga mengeklaim adanya pertikaian dan kebingungan yang luar biasa dalam kepemimpinan Iran.

"Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka," tulis Trump di media sosial dilansir Al Jazeera, Minggu (26/4).

"Kita memiliki semua kartu, mereka tidak punya apa-apa! Jika mereka ingin berbicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!," sebutnya.

Trump juga menegaskan bahwa insiden penembakan di acara makan malam Koresponden Gedung Putih tidak berkaitan dengan konflik Iran. 

"Itu tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir begitu, berdasarkan apa yang kita ketahui," ujarnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya