Iran Enggan Lanjutkan Perundingan, AS Dianggap tak Serius

Ferdian Ananda Majni
20/4/2026 18:51
Iran Enggan Lanjutkan Perundingan, AS Dianggap tak Serius
Asap membubung dari kawasan Bandara Internasional Kuwait setelah dilaporkan terjadi serangan drone yang menghantam sebuah depot bahan bakar pada 25 Maret 2026.(AFP)

PROSPEK perundingan antara Iran dan Amerika Serikat makin tidak menentu. Iran menegaskan enggan melanjutkan perundingan karena AS memperkeruh situasi dengan aksi penyitaan kapal.

Iran secara resmi mengumumkan tidak berencana mengirim delegasi untuk negosiasi babak kedua yang sempat direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan hingga kini belum ada keputusan terkait keikutsertaan perundingan.

“Kami tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi berikutnya dan belum ada keputusan apa pun terkait hal itu,” kata Baqaei, Senin (20/4).

Pernyataan tersebut muncul setelah insiden penyitaan kapal kargo Iran oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.

Teheran menilai langkah tersebut, bersama dengan blokade terhadap pelabuhan Iran, sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata yang tengah berlaku. Iran menganggap AS tidak menunjukkan itikad serius untuk berunding.

“Di saat mengklaim mendukung diplomasi, Amerika Serikat justru menunjukkan tindakan yang tidak mencerminkan keseriusan dalam proses tersebut," imbuh Baqaei.

Saling tuding pun tak terhindarkan. Washington menuduh Iran melanggar kesepakatan di kawasan yang sama. Kondisi tersebut kembali menggoyahkan upaya mengakhiri konflik yang pecah sejak serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan akan mengirim delegasi ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan damai. Namun, dia kembali melontarkan ancaman terhadap infrastruktur energi Iran jika kesepakatan tak tercapai.

“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya berharap mereka menerimanya,” kata Trump.

Ketidakpastian berdampak langsung pada pasar global. Harga minyak dunia melonjak akibat kekhawatiran konflik kembali memanas, terutama setelah Iran  menutup lagi Selat Hormuz. Patokan minyak AS, West Texas Intermediate, sempat melonjak lebih dari 7% sedangkan Brent naik lebih dari 6%.

(AFP/H-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya