Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah meninggalkan Islamabad, Pakistan, dan melanjutkan kunjungannya ke Moskow, Rusia, pada Minggu (26/4).
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa dalam lawatan tersebut Araghchi dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat senior Rusia.
Sementara itu, pihak Kementerian Luar Negeri Rusia mengonfirmasi kunjungan tersebut, namun belum memberikan rincian apakah Araghchi akan bertemu Presiden Vladimir Putin.
Kunjungan ke Rusia ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi intensif yang dilakukan Araghchi di sejumlah negara.
Sebelumnya, ia telah mengunjungi Pakistan dan Oman untuk membahas perkembangan situasi regional serta upaya mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
"Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam hal-hal bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional," kata Araghchi melalui akun X miliknya dilansir Al Jazeera, Senin (27/4).
"Tetangga kita adalah prioritas kita," tambahnya.
Di Pakistan, Araghchi bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, serta Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, yang berperan sebagai mediator utama dalam upaya diplomasi tersebut.
Ia menilai kunjungannya ke Islamabad berjalan positif dan produktif, serta mengapresiasi peran Pakistan dalam mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah.
"Kami sepakat dengan posisi Iran mengenai kerangka kerja yang bisa diterapkan untuk mengakhiri perang di Iran secara permanen," lanjutnya.
Namun demikian, Araghchi juga menyampaikan keraguan terhadap komitmen Amerika Serikat dalam jalur diplomasi.
"Kita masih harus melihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi," ujarnya, merujuk pada sikap pemerintahan Donald Trump.
Setelah dari Pakistan, Araghchi sempat singgah di Muscat, Oman, dan bertemu Sultan Haitham bin Tariq.
Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional, termasuk ketegangan di jalur strategis perdagangan minyak global di Selat Hormuz.
"Sebagai satu-satunya negara pesisir Hormuz, fokus kami mencakup cara-cara untuk memastikan transit yang aman yang akan bermanfaat bagi semua negara tetangga dan dunia," ujar Araghchi.
Rangkaian kunjungan ini berlangsung di tengah potensi pembicaraan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat.
Meski demikian, Teheran menegaskan bahwa kunjungan ke Islamabad bukan ditujukan untuk mempersiapkan negosiasi langsung dengan Washington.
Diketahui, Amerika Serikat sempat berencana mengirim delegasi ke Pakistan, namun secara mendadak dibatalkan oleh Trump.
Di sisi lain, kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran telah mengirimkan pesan tertulis kepada AS melalui mediator Pakistan.
"Berisi beberapa garis merah Republik Islam Iran, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz," demikian laporan tersebut.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Sejak saat itu, konflik terus berlanjut meski sempat terjadi gencatan senjata selama dua pekan sejak 7 April hingga 22 April.
Rencana perundingan lanjutan antara kedua pihak hingga kini belum terlaksana, sehingga situasi kawasan masih berada dalam ketidakpastian. (Fer/I-1)
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Indonesia mendesak penghentian korban jiwa warga sipil dalam konflik Iran dan menawarkan diri sebagai mediator dialog guna meredam eskalasi perang di Timur Tengah.
Indonesia tawarkan peran mediasi di tengah memanasnya situasi Timur Tengah Maret 2026. Menlu RI desak de-eskalasi dan penghormatan hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved