AS Tarik Diri, Iran Tetap Kejar Kesepakatan Damai

Ferdian Ananda Majni
26/4/2026 20:14
AS Tarik Diri, Iran Tetap Kejar Kesepakatan Damai
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok AFP)

MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4). Hal itu tetap ia lakukan meskipun Presiden Amerika Serikat Donald (AS) Trump telah membatalkan rencana perjalanan para utusannya ke negara tersebut.

Di tengah pembatalan tersebut, upaya diplomatik tetap berlanjut dengan sejumlah mediator internasional berusaha menjaga jalannya perundingan damai. 

Kantor berita Iran, ISNA, melaporkan bahwa Araghchi akan kembali bertemu pejabat Pakistan guna menyampaikan posisi dan pandangan Iran tentang kerangka kerja kesepahaman apa pun untuk mengakhiri perang sepenuhnya.

Sebelumnya, Araghchi sempat berada di Islamabad sebelum melanjutkan perjalanan ke Oman. 

Sementara itu, utusan Iran lainnya telah kembali ke Teheran untuk berkonsultasi dan mendapatkan instruksi yang diperlukan tentang isu-isu terkait pengakhiran perang.

Rencana awalnya, utusan perdamaian AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertolak ke Pakistan untuk melanjutkan negosiasi. 

Namun, Trump membatalkan rencana tersebut dengan alasan tidak ada manfaat duduk-duduk dan membicarakan hal yang tidak penting.

Trump juga mengungkapkan bahwa pihak Teheran sempat mengajukan proposal baru setelah keputusan pembatalan itu diambil. 

"Mereka memberi kami dokumen yang seharusnya lebih baik dan menariknya segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit, kami mendapatkan dokumen baru yang jauh lebih baik," ujarnya kepada wartawan, tanpa merinci isi dokumen tersebut

Ketika ditanya apakah pembatalan perjalanan tersebut menandakan kembalinya perang.

"Tidak, itu tidak berarti demikian. Kami belum memikirkannya," jawab Trump dilansir ISNA, Minggu (26/4).

Dalam pernyataan terpisah, Trump juga menanggapi insiden penangkapan pria bersenjata dalam acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington. 

Ia menyebut tidak melihat keterkaitan dengan Iran, namun menegaskan hal itu tidak akan menghalanginya untuk memenangkan perang.

Pada Sabtu (25/4), Araghchi bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, yang berperan sebagai mediator utama, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Muscat. Ia juga dijadwalkan mengunjungi Moskow setelah pembicaraan di Islamabad.

Araghchi menilai kunjungan awalnya ke Pakistan sebagai langkah positif, meski tetap meragukan keseriusan Washington. 

"Belum terlihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi,”  demikian laporan ISNA.

Di sisi lain, tekanan untuk mengakhiri konflik terus meningkat seiring penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada pasar energi global. Garda Revolusi Iran menegaskan tidak akan mencabut blokade tersebut. 

"Mengendalikan Selat Hormuz dan mempertahankan bayang-bayang efek pencegahannya terhadap Amerika dan pendukung Gedung Putih di kawasan itu adalah strategi pasti Iran Islam," demikian pernyataan mereka melalui saluran resmi.

Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Militer Iran memperingatkan bahwa pemblokiran, perampokan, dan pembajakan yang dilakukan AS akan memicu reaksi balasan.

Sementara itu, ketegangan juga meningkat di kawasan lain. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Libanon setelah menuduh mereka melanggar gencatan senjata yang baru saja diperpanjang.

Media pemerintah Libanon melaporkan serangan Israel terjadi di sedikitnya empat lokasi di wilayah selatan, termasuk distrik Bint Jbeil, Tyre, dan Nabatieh. 

Serangan di dua wilayah terakhir dilaporkan menewaskan enam orang, demikian menurut kementerian kesehatan Libanon.

Militer Israel mengeklaim telah menghilangkan tiga anggota Hizbullah yang berada di dalam kendaraan yang penuh senjata, serta satu orang yang mengendarai sepeda motor dan dua anggota lainnya di lokasi berbeda.

Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu pada Kamis dan menyatakan optimisme terhadap peluang perdamaian setelah bertemu dengan utusan Israel dan Libanon. 

Namun, kepala blok parlemen Hizbullah, Mohammed Raad, mendesak Libanon untuk menarik diri dari perundingan dan memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun tidak akan mendapat dukungan penuh di dalam negeri. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya