Iran Bersikeras, Status Selat Hormuz tidak akan Dipulihkan

Ferdian Ananda Majni
27/4/2026 12:48
Iran Bersikeras, Status Selat Hormuz tidak akan Dipulihkan
Kehidupan sehari-hari berlanjut saat protes anti-AS dan anti-Israel diadakan pada malam hari di Teheran, Iran, Rabu (22/4/2026).(Anadolu/Fatemeh Bahrami)

SEORANG anggota parlemen senior Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi seperti sebelum konflik berlangsung. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas Teheran di tengah ketegangan yang masih berlanjut di kawasan.

Wakil Ketua Kedua Parlemen Iran, Ali Nikzad menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari arahan langsung pimpinan tertinggi negara. 

"Kami sama sekali tidak akan mengembalikan Selat Hormuz ke keadaan sebelumnya, karena ini adalah perintah dari Pemimpin Revolusi Islam," katanya kepada kantor berita Mehr News Agency dilansir Anadolu, Senin (27/4).

Sejak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pecah pada 28 Februari, Teheran terus mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, yakni jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi energi global. 

Situasi semakin kompleks setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada 13 April, yang berdampak pada pasokan energi, khususnya di kawasan Asia.

Upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui pembicaraan antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan, sekitar dua pekan lalu. Namun, perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Negosiasi itu berlangsung setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua minggu yang dimulai pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meski wacana untuk melanjutkan putaran perundingan masih dibahas, sejumlah isu krusial tetap menjadi penghambat utama. 

Di antaranya adalah status Selat Hormuz, blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran, serta program pengayaan uranium Teheran.

Pernyataan terbaru dari pejabat parlemen Iran ini semakin menegaskan bahwa jalur diplomasi masih menghadapi tantangan besar, sementara ketegangan geopolitik di kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya