Paus Leo Bantah Sengaja Sindir Trump: Bukan Kepentingan Saya untuk Berdebat

Thalatie K Yani
19/4/2026 08:55
Paus Leo Bantah Sengaja Sindir Trump: Bukan Kepentingan Saya untuk Berdebat
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.(Vatican news)

PAUS Leo mengklarifikasi kritik pedasnya terhadap para "tiran" yang menghabiskan miliaran dolar untuk perang tidak ditujukan khusus untuk mendebat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal tersebut disampaikan sang Pontiff di atas pesawat dalam perjalanan menuju Angola, Sabtu (18/4) waktu setempat.

Paus menjelaskan naskah pidato tersebut telah disusun dua minggu sebelumnya, jauh sebelum Trump melontarkan komentar miring terhadap dirinya.

"Namun seperti yang terjadi, hal itu dianggap seolah-olah saya mencoba untuk berdebat lagi dengan Presiden, padahal itu sama sekali bukan kepentingan saya," ujar Paus Leo kepada wartawan.

Ketegangan dengan Gedung Putih

Hubungan antara Vatikan dan Washington memanas setelah Trump melancarkan serangan verbal kepada Paus asal Amerika pertama tersebut pada hari Senin lalu. Trump menyebut kebijakan luar negeri Paus "mengerikan" setelah sang Pontiff mengkritik operasi militer AS-Israel di Iran.

Ketegangan semakin memuncak saat Paus berpidato di Kamerun pada Kamis lalu. Dalam pidatonya, ia mengecam para pemimpin yang seolah menutup mata terhadap pemborosan anggaran untuk kehancuran, sementara dana untuk pendidikan dan pemulihan sangat minim.

"Para tuan perang berpura-pura tidak tahu bahwa hanya butuh sekejap untuk menghancurkan, namun seringkali seumur hidup pun tidak cukup untuk membangun kembali," tegas Paus Leo dalam pidatonya.

Paus juga mengutuk "siklus destabilisasi dan kematian tanpa akhir" di wilayah Kamerun yang telah dicengkeram pemberontakan selama hampir satu dekade.

Reaksi Trump dan Konteks Konflik

Donald Trump sempat bereaksi atas pidato tersebut dengan mengatakan bahwa ia menghargai kebebasan berpendapat Paus, meski ia tetap menyatakan ketidaksetujuannya. Sebelumnya, Trump sempat mengunggah kritik panjang setelah Paus menyuarakan kekhawatiran atas ancaman Trump bahwa "seluruh peradaban akan mati" jika Iran tidak menuruti tuntutan AS untuk mengakhiri perang dan membuka Selat Hormuz.

Dalam salah satu unggahan media sosialnya yang kontroversial, Trump menyebut Paus "lemah terhadap kejahatan" dan sempat mengunggah foto buatan AI (kecerdasan buatan) yang menampilkan dirinya sebagai sosok menyerupai Yesus, meski unggahan tersebut kemudian dihapus.

Fokus pada Umat di Afrika

Terlepas dari perselisihan politik tersebut, Paus Leo kini berfokus pada kunjungannya di Afrika yang mencakup 11 kota di empat negara. Ini merupakan perjalanan luar negeri besar kedua sejak ia terpilih tahun lalu, yang mencerminkan signifikansi pertumbuhan umat Katolik di benua tersebut.

Berdasarkan data tahun 2024, Afrika menjadi rumah bagi lebih dari seperlima umat Katolik dunia, dengan total sekitar 288 juta jiwa. Kehadiran Paus di tengah konflik regional di Afrika diharapkan dapat membawa pesan perdamaian dan restorasi bagi wilayah yang terdampak peperangan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya