DALAM pertemuan yang menandai tonggak sejarah ekumenis, Uskup Agung Canterbury, Dame Sarah Mullally, memberikan pujian tinggi kepada Paus Leo atas keberaniannya menyuarakan keadilan global. Pertemuan yang berlangsung di Istana Apostolik pada Senin (27/4/2026) ini mempertegas persatuan pemimpin agama dalam menghadapi gejolak dunia.
Dame Sarah Mullally, perempuan pertama yang menjabat sebagai pemimpin Gereja Inggris, menyampaikan bahwa pesan-pesan Paus Leo memberikan harapan di tengah penderitaan manusia. "Yang Mulia, Anda telah berbicara dengan lantang tentang banyak ketidakadilan di dunia kita saat ini, tetapi Anda telah berbicara lebih lantang lagi tentang harapan," ujarnya dalam pidato setelah diskusi pribadi.
Seruan Perdamaian di Tengah Ketegangan Global
Pertemuan ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang memanas. Sebelumnya, Paus Leo sempat memberikan peringatan keras bahwa dunia saat ini sedang dirusak oleh segelintir tiran. Pernyataan tersebut merujuk pada kritik sang Paus terhadap biaya kemanusiaan akibat perang, yang ia sampaikan saat kunjungan resminya ke Kamerun awal bulan ini.
Sikap tegas Paus Leo ini sempat memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump. Beberapa minggu lalu, Trump menuduh pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut lemah dalam menangani kejahatan dan mengkritik pandangan kebijakan luar negerinya. Ketegangan ini memuncak saat Paus menyuarakan keprihatinan atas ancaman militer di Selat Hormuz sebelum akhirnya gencatan senjata disepakati.
Undangan ke Inggris dan Rekonsiliasi Sejarah
Dalam pertemuan tersebut, Dame Sarah juga menyampaikan undangan resmi bagi Paus Leo untuk mengunjungi Inggris Raya. Ia menjanjikan sambutan hangat dari Gereja Inggris jika kunjungan tersebut terealisasi. Hal ini memperkuat sinyal membaiknya hubungan antara Gereja Anglikan dan Gereja Katolik Roma.
Hubungan ini juga diperkuat oleh kedekatan personal antara Raja Charles III dan Paus Leo. Dame Sarah mengungkapkan bahwa Raja sangat menghargai momen doa bersama yang dilakukan pada Oktober lalu. Momen tersebut tercatat dalam sejarah sebagai pertama kalinya seorang monarki Inggris berdoa dalam kebaktian umum bersama kepala Gereja Katolik sejak masa Reformasi.
Komitmen Melawan Ketidakadilan
Di akhir pertemuan, kedua pemimpin agama tersebut menegaskan kembali komitmen mereka untuk bersatu dalam doa demi keadilan dan perdamaian dunia. Paus Leo menyatakan akan terus bersuara lantang menentang perang dan mempromosikan visi kebaikan bersama.
Dame Sarah menutup dengan menekankan bahwa pesan-pesan kepausan mengingatkan umat manusia bahwa terlepas dari segala konflik, masyarakat tetap mendambakan kehidupan dalam segala kepenuhannya. Pertemuan di Vatikan ini diharapkan menjadi katalisator bagi peran pemimpin agama dalam meredam konflik internasional yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar dunia. (BBC/I-2)
