Kontroversi Foto AI Trump Mirip Yesus, JD Vance Sebut hanya Candaan

 Gana Buana
14/4/2026 19:36
Kontroversi Foto AI Trump Mirip Yesus, JD Vance Sebut hanya Candaan
JD Vance membela unggahan kontroversial Donald Trump yang menyerupai Yesus sebagai candaan.(AFP)

WAKIL Presiden Amerika Serikat, JD Vance, pasang badan membela Presiden Donald Trump terkait unggahan kontroversial di media sosial yang menampilkan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) menyerupai sosok Yesus Kristus. Vance menegaskan bahwa unggahan yang kini telah dihapus tersebut hanyalah sebuah lelucon yang disalahartikan oleh publik.

"Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, dan tentu saja ia menghapusnya karena menyadari banyak orang tak memahami leluconnya," ujar Vance dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, Senin (13/4).

Pembelaan Gaya Komunikasi Tanpa Filter

Vance menilai gaya komunikasi Trump di platform Truth Social merupakan sebuah kelebihan karena menunjukkan orisinalitas seorang pemimpin tanpa campur tangan tim komunikasi. Menurutnya, Trump lebih memilih menjangkau masyarakat secara langsung tanpa sensor.

Namun, langkah Trump mengunggah gambar tersebut memicu polemik tajam, terutama karena terjadi di tengah memanasnya hubungan diplomatik antara Washington dan Vatikan. Perselisihan dengan Paus Leo XIV diketahui meruncing sejak serangan militer AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

Trump Tuding Media Pelintir Fakta

Meski unggahan tersebut telah dihapus, Donald Trump tetap memberikan pembelaan keras. Ia menolak narasi yang menyebut dirinya menyamakan diri dengan figur religius dan justru menuding media massa telah memutarbalikkan konteks gambar tersebut.

"Saya memang mengunggahnya, dan dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah, ada petugas Palang Merah di sana yang kami dukung. Hanya media penyebar berita palsu yang bisa memelintir hal semacam itu," tegas Trump.

Sentil Otoritas Vatikan

Di sisi lain, JD Vance juga memberikan pernyataan menohok yang ditujukan kepada otoritas tertinggi Gereja Katolik. Ia meminta Vatikan untuk tidak mencampuri urusan politik luar negeri Amerika Serikat.

"Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar," kata Vance. Ia menambahkan bahwa Vatikan sebaiknya tetap fokus pada isu moral dan urusan internal gereja, sementara kebijakan publik sepenuhnya adalah ranah Presiden Amerika Serikat. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya