Menlu Prancis Kecam Pernyataan Donald Trump Terhadap Paus Leo XIV

Basuki Eka Purnama
20/4/2026 09:49
Menlu Prancis Kecam Pernyataan Donald Trump Terhadap Paus Leo XIV
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot(AFP/SYLVAIN THOMAS)

KETEGANGAN diplomatik antara Gedung Putih dan Vatikan memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, secara terbuka mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyerang Paus Leo XIV.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio J, Minggu (19/4), Barrot menegaskan bahwa retorika yang dilontarkan Trump terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, posisi Paus sebagai tokoh moral dunia harus dihormati.

"Saya tidak paham dengan pernyataan-pernyataan ini dan tidak menganggapnya dapat diterima. Misi Paus adalah menyerukan perdamaian dan persaudaraan di mana pun dan dalam situasi apa pun," ujar Barrot tegas.

Awal Mula Perselisihan

Perselisihan ini bermula dari sikap kritis Paus Leo XIV terhadap kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah, khususnya terkait eskalasi ketegangan dengan Iran. Paus berulang kali menyuarakan keprihatinan atas ancaman yang dihadapi rakyat Iran, yang ia sebut sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima".

Merespons kritik tersebut, Donald Trump melontarkan serangan verbal yang tajam. Trump menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan dukungan dari seorang Paus yang menentang kebijakan politiknya. Bahkan, Trump mengeluarkan klaim kontroversial dengan menyebut bahwa posisi Paus di Vatikan sangat bergantung pada keberadaannya di Gedung Putih.

Berikut adalah poin-poin utama dalam perselisihan antara Donald Trump dan Paus Leo XIV:

Pihak Pernyataan / Posisi Utama
Paus Leo XIV Mengkritik tindakan AS di Iran dan menyerukan penghentian ancaman terhadap warga sipil demi perdamaian.
Donald Trump Menyebut tidak butuh Paus yang menentang kebijakannya dan mengeklaim peran AS dalam eksistensi Vatikan.
Jean-Noel Barrot (Menlu Prancis) Menilai serangan Trump tidak dapat diterima dan membela misi kemanusiaan kepausan.

Respons Tenang Vatikan

Meski mendapat serangan pribadi dari orang nomor satu di Amerika Serikat, Paus Leo XIV memilih untuk tidak memperpanjang konflik secara personal. Melalui pernyataan resminya, Paus menegaskan bahwa dirinya tidak akan terjebak dalam perselisihan publik dengan Presiden AS.

Paus Leo XIV menyatakan akan tetap konsisten pada jalurnya untuk menyuarakan pesan-pesan anti-perang dan kemanusiaan, terlepas dari tekanan politik yang datang dari Washington. Sikap ini mempertegas posisi Vatikan yang tetap mengutamakan diplomasi perdamaian di tengah gejolak geopolitik global. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya