Tanpa Kamera! Pertemuan Raja Charles III dan Donald Trump Diselimuti Kekhawatiran

Cahya Mulyana
28/4/2026 20:37
Tanpa Kamera! Pertemuan Raja Charles III dan Donald Trump Diselimuti Kekhawatiran
ilustrasi.(Freepik.)

LONDON bersikeras bahwa setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, AS, harus diadakan tanpa ada kamera, demikian dilaporkan The Guardian.

Surat kabar asal Inggris tersebut melaporkan bahwa hal itu untuk menghindari insiden serupa, seperti pada Februari 2025 ketika Trump secara terbuka menegur Volodymyr Zelensky dalam kunjungannya di Gedung Putih.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2025, Trump mengkritik Zelensky selama pertemuan mereka di Gedung Putih untuk menandatangani perjanjian tentang pengembangan bersama sumber daya mineral Ukraina.

Wakil Presiden AS J.D. Vance juga menggambarkan Zelensky sebagai "juru kampanye Partai Demokrat yang tidak tahu berterima kasih", ketika pemimpin Ukraina itu mencoba membenarkan tindakannya, menyalahkan Rusia, dan memperingatkan bahwa AS akan merasakan konsekuensi konflik tersebut meskipun terpisah secara geografis.

Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).

Sumber-sumber yang terlibat dalam kunjungan tersebut mengatakan kepada The Guardian bahwa raja Inggris akan tampil di depan kamera pada awal pertemuan bilateral utamanya dengan Trump, Selasa (28/4), tetapi diskusi tentang isu-isu substantif tidak akan direkam.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Yvette Cooper ikut mendampingi Raja Charles III selama acara dengan Trump, dengan peran utamanya membantu meredakan situasi yang berpotensi canggung jika diperlukan, lapor The Guardian.

Partisipasi Cooper dalam kegiatan resmi bersama Raja Charles III itu sesuai praktik standar untuk kunjungan kenegaraan, menurut laporan itu. Cooper sebelumnya telah mendampingi Raja Charles III dalam perjalanan diplomatik, termasuk ke Vatikan.

"Dia (Menlu Cooper) siap bertindak sebagai tameng manusia bagi raja jika Trump mulai mengkritik (Perdana Menteri Inggris Kier) Starmer atau Inggris secara umum, seperti yang cenderung dilakukannya," kata salah satu sumber.

Pada saat yang sama, sejumlah sumber di pemerintahan Inggris mengindikasikan bahwa Cooper kemungkinan besar akan sangat bergantung pada kemampuan diplomatik sang raja itu sendiri.

Raja Charles III tiba di Amerika Serikat, Senin, untuk kunjungan resmi. Agenda Raja Charles III pada Selasa ialah menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS.

Pidato Raja Charles III itu menjadi yang pertama disampaikan anggota keluarga Kerajaan Inggris kepada anggota parlemen AS sejak 1991, ketika Ratu Elizabeth II menjadi pemimpin Kerajaan Inggris pertama yang melakukannya. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya