Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah tumpukan utang nasional Amerika Serikat yang kini mendekati angka fantastis sebesar US$39 triliun atau sekitar Rp663 kuadriliun, pemerintahan Presiden Donald Trump mulai menggulirkan strategi agresif untuk menyeimbangkan neraca pembayaran. Meski metodenya memicu perdebatan, para ekonom menyambut positif inisiatif Gedung Putih yang kini mulai memprioritaskan pembicaraan mengenai defisit anggaran.
Beban utang yang terakumulasi selama lintas pemerintahan ini telah menyebabkan pembayaran bunga melonjak hingga lebih dari US$1 triliun atau sekitar Rp17 kuadriliun per tahun. Untuk mengatasinya, Trump mengandalkan dua pilar utama: skema visa Kartu Emas bagi imigran kaya dan kebijakan tarif impor yang kontroversial.
Salah satu proposal paling mencolok adalah penjualan visa Kartu Emas seharga US$5 juta (sekitar Rp85 miliar) per individu. Visa ini menawarkan hak istimewa kartu hijau sekaligus jalur cepat menuju kewarganegaraan AS. Trump memproyeksikan bahwa penjualan 10 juta kartu dapat menghasilkan US$50 triliun atau sekitar Rp850 kuadriliun, yang secara teori mampu melunasi seluruh utang nasional.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan tantangan besar. Menteri Perdagangan Howard Lutnick baru-baru ini mengungkapkan bahwa baru satu orang yang disetujui dengan ratusan lain masih dalam antrean. Laporan Kekayaan Knight Frank 2026 menyoroti masalah kelayakan skema ini:
Selain visa, kebijakan tarif menjadi mesin uang utama. Laporan laboratorium anggaran Yale menunjukkan bahwa tarif pada tahun 2025 berhasil menghasilkan pendapatan bea cukai sekitar US$300 miliar per tahun. Meski efektif mengisi kas negara, penggunaan dana ini masih menjadi tanda tanya besar.
Trump sempat mengusulkan pembagian dana tarif dalam bentuk cek rabat sebesar US$2.000 kepada warga. Namun, analisis Fortune menunjukkan bahwa jika rabat diberikan kepada 50% kelompok berpenghasilan terendah (sekitar 67,5 juta rumah tangga), pemerintah harus mengeluarkan US$135 miliar. Hal ini berarti hampir separuh pendapatan tarif akan kembali ke masyarakat, alih-alih digunakan untuk memangkas utang.
Ketidakpastian hukum juga membayangi efektivitas kebijakan ini. Pascaputusan Mahkamah Agung terkait dasar hukum tarif 2025, Kantor Anggaran Kongres (CBO) mulai meninjau kembali prospek fiskal AS. Dalam laporan Maret 2026, CBO memproyeksikan bahwa penghentian atau hambatan pada kebijakan tarif dapat mengakibatkan peningkatan defisit sebesar US$2 triliun lebih besar pada tahun 2036 dari proyeksi sebelumnya.
Kini, dunia menunggu apakah ambisi menjual kewarganegaraan dan membebani barang impor mampu menyelamatkan Amerika dari jurang fiskal atau justru menciptakan distorsi ekonomi baru di pasar global? (Fortune/I-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Direktur CBO Phillip Swagel memperingatkan kebijakan tarif AS dan putusan Mahkamah Agung dapat membengkakkan defisit anggaran federal hingga US$1,1 triliun.
Tiongkok membantah tuduhan AS soal suplai senjata ke Iran dan memperingatkan balasan jika Donald Trump nekat menerapkan tarif 50 persen di tengah krisis Selat Hormuz.
Malaysia resmi jadi negara pertama yang batalkan perjanjian perdagangan dengan AS usai putusan MA Amerika Serikat. Simak dampak dan alasan lengkapnya di sini.
MITRA dagang utama Amerika Serikat (AS) di Asia kembali menghadapi ketidakpastian setelah Mahkamah Agung AS membantalkan sejumlah tarif Trump.
PERUBAHAN kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai memperbesar ketidakpastian bagi pelaku usaha dan konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved