Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mencegat kapal tanker minyak mentah yang diduga menuju pelabuhan Iran pada akhir pekan lalu. Aksi ini mempertegas berlanjutnya blokade ketat di jalur strategis Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (Centcom) dalam laporan resminya pada Senin (27/4) menyatakan bahwa pencegatan tersebut merupakan bagian dari penegakan blokade terhadap Iran. Kapal perang yang terlibat dalam operasi ini adalah kapal perusak rudal berpemandu USS Rafael Peralta (DDG 115).
"Kapal perusak rudal berpemandu USS Rafael Peralta (DDG 115) menegakkan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, terhadap M/T Stream setelah kapal itu mencoba berlayar ke pelabuhan Iran," tulis pernyataan resmi Centcom sebagaimana dilansir dari Anadolu, Rabu (29/4).
Insiden pencegatan M/T Stream dilaporkan terjadi pada Minggu (26/4). Meski demikian, pihak militer AS belum merinci lokasi koordinat pasti kejadian maupun metode yang digunakan untuk mengidentifikasi tujuan akhir kapal tersebut. Berdasarkan data pelacakan maritim, M/T Stream dikonfirmasi sebagai kapal tanker yang membawa muatan minyak mentah dalam jumlah besar.
Aksi ini menambah daftar panjang intervensi maritim AS terhadap aset-aset yang terafiliasi dengan Iran. Sebelumnya, militer AS dilaporkan mencegat tiga kapal tanker berbendera Iran di perairan dekat Indonesia. Kapal-kapal tersebut dipaksa dialihkan dari rute orisinal mereka yang melintasi wilayah India, Malaysia, dan Sri Lanka.
Serangkaian aksi militer di laut ini terjadi di tengah ketidakpastian negosiasi damai antara Washington dan Teheran. Upaya diplomasi putaran kedua yang diharapkan mampu meredakan situasi sejauh ini belum menunjukkan arah yang jelas.
Pada awal pekan ini, Iran sebenarnya telah mengajukan proposal gencatan senjata baru kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Dalam usulan tersebut, Teheran meminta pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh guna menjamin kelancaran jalur perdagangan energi global.
Namun, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal tersebut. Pihak Gedung Putih menilai usulan Teheran tidak menyentuh poin krusial, yakni penghentian total program pengayaan nuklir Iran yang menjadi tuntutan utama Washington dalam setiap perundingan. Dengan penolakan ini, situasi di Selat Hormuz diprediksi akan tetap berada dalam level waspada tinggi dalam beberapa pekan ke depan. (I-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
IMO melaporkan 29 serangan kapal sipil di Teluk Persia. Sebanyak 20.000 pelaut terjebak di tengah ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Harga Bitcoin (BTC) menguat ke US$79.500 didorong arus masuk ETF US$250 juta. Simak analisis Indodax terkait dampak ketegangan AS-Iran terhadap kripto.
Nilai tukar rupiah berada di level 17.280 per dolar AS pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran dan data PMI AS terhadap rupiah.
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisinya untuk mencapai kesepakatan abadi dengan Iran guna memastikan Teheran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved