AS Cegat Kapal Tanker M/T Stream, Blokade Selat Hormuz kian Memanas

Ferdian Ananda Majni
29/4/2026 13:26
AS Cegat Kapal Tanker M/T Stream, Blokade Selat Hormuz kian Memanas
Ilustrasi.(Magnific)

KETEGANGAN di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mencegat kapal tanker minyak mentah yang diduga menuju pelabuhan Iran pada akhir pekan lalu. Aksi ini mempertegas berlanjutnya blokade ketat di jalur strategis Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer AS (Centcom) dalam laporan resminya pada Senin (27/4) menyatakan bahwa pencegatan tersebut merupakan bagian dari penegakan blokade terhadap Iran. Kapal perang yang terlibat dalam operasi ini adalah kapal perusak rudal berpemandu USS Rafael Peralta (DDG 115).

"Kapal perusak rudal berpemandu USS Rafael Peralta (DDG 115) menegakkan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, terhadap M/T Stream setelah kapal itu mencoba berlayar ke pelabuhan Iran," tulis pernyataan resmi Centcom sebagaimana dilansir dari Anadolu, Rabu (29/4).

Kronologi Pencegatan M/T Stream

Insiden pencegatan M/T Stream dilaporkan terjadi pada Minggu (26/4). Meski demikian, pihak militer AS belum merinci lokasi koordinat pasti kejadian maupun metode yang digunakan untuk mengidentifikasi tujuan akhir kapal tersebut. Berdasarkan data pelacakan maritim, M/T Stream dikonfirmasi sebagai kapal tanker yang membawa muatan minyak mentah dalam jumlah besar.

Aksi ini menambah daftar panjang intervensi maritim AS terhadap aset-aset yang terafiliasi dengan Iran. Sebelumnya, militer AS dilaporkan mencegat tiga kapal tanker berbendera Iran di perairan dekat Indonesia. Kapal-kapal tersebut dipaksa dialihkan dari rute orisinal mereka yang melintasi wilayah India, Malaysia, dan Sri Lanka.

Daftar Kapal Tanker yang Dicegat AS:
  • M/T Stream: Dicegat USS Rafael Peralta saat menuju pelabuhan Iran.
  • Supertanker Deep Sea: Berbendera Iran, terakhir terdeteksi di lepas pantai Malaysia.
  • Sevin: Kapasitas 1 juta barel (terisi 65%), posisi terakhir di perairan Malaysia.
  • Supertanker Dorena: Mengangkut 2 juta barel minyak mentah, dicegat setelah terpantau di India selatan.

Diplomasi Buntu dan Isu Nuklir

Serangkaian aksi militer di laut ini terjadi di tengah ketidakpastian negosiasi damai antara Washington dan Teheran. Upaya diplomasi putaran kedua yang diharapkan mampu meredakan situasi sejauh ini belum menunjukkan arah yang jelas.

Pada awal pekan ini, Iran sebenarnya telah mengajukan proposal gencatan senjata baru kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Dalam usulan tersebut, Teheran meminta pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh guna menjamin kelancaran jalur perdagangan energi global.

Namun, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal tersebut. Pihak Gedung Putih menilai usulan Teheran tidak menyentuh poin krusial, yakni penghentian total program pengayaan nuklir Iran yang menjadi tuntutan utama Washington dalam setiap perundingan. Dengan penolakan ini, situasi di Selat Hormuz diprediksi akan tetap berada dalam level waspada tinggi dalam beberapa pekan ke depan. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya