Bitcoin Menguat Dipicu Investor Institusional dan Ketegangan AS-Iran

Media Indonesia
24/4/2026 15:37
Bitcoin Menguat Dipicu Investor Institusional dan Ketegangan AS-Iran
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto bitcoin (BTC) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (25/11/2025).(Antara/Auliya Rahman)

HARGA bitcoin (BTC) kembali menunjukkan performa impresif dengan menguat mendekati level US$79.500 pada Rabu (22/4/2026). Pergerakan ini menandai pemulihan signifikan setelah aset kripto nomor satu tersebut sempat terkoreksi ke kisaran US$74.000 pada awal pekan.

Penguatan ini didorong oleh arus masuk dana institusional yang tetap solid. Tercatat, akumulasi dana pada produk spot bitcoin ETF mencapai sekitar US$250,22 juta sepanjang pekan, dengan total akumulasi menyentuh angka fantastis sebesar US$57,95 miliar. Tren ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap aset digital tetap terjaga meski di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.

Resiliensi di Tengah Ketegangan Geopolitik

Menariknya, kenaikan harga bitcoin terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan terbaru menyebutkan Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), meskipun sebelumnya terdapat upaya perpanjangan gencatan senjata.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai kondisi ini mencerminkan perubahan struktur pasar kripto yang kini lebih dewasa. "Pergerakan bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang konsisten dari investor institusional melalui produk spot ETF," ujar Antony.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian global, sebagian investor justru memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi. "Hal ini menjadi faktor penopang harga, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi," tambahnya.

Faktor Makroekonomi dan Teknis Pasar

Selain faktor institusional dan geopolitik, terdapat beberapa elemen kunci yang memengaruhi pasar saat ini:

  • Kebijakan Moneter AS: Penegasan independensi The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi memberikan sinyal beragam. Ketidakpastian arah suku bunga di tengah inflasi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap aset berisiko.
  • Short Squeeze: Di pasar derivatif, banyak posisi jual (short) yang terpaksa ditutup (liquidated) saat harga mulai merangkak naik. Fenomena short squeeze ini memicu lonjakan permintaan dalam waktu singkat dan mempercepat penguatan harga.
  • Adopsi Sistem Keuangan: Semakin terbukanya pandangan global terhadap aset digital sebagai bagian dari sistem keuangan modern memberikan sentimen positif jangka panjang.
Edukasi Investor: Para investor diimbau tetap mengedepankan manajemen risiko. Mengingat karakter utama kripto adalah volatilitas, keputusan investasi harus didasarkan pada riset mandiri (DYOR) dan pemahaman yang matang. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya