Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bitcoin (BTC) kembali menunjukkan performa impresif dengan menguat mendekati level US$79.500 pada Rabu (22/4/2026). Pergerakan ini menandai pemulihan signifikan setelah aset kripto nomor satu tersebut sempat terkoreksi ke kisaran US$74.000 pada awal pekan.
Penguatan ini didorong oleh arus masuk dana institusional yang tetap solid. Tercatat, akumulasi dana pada produk spot bitcoin ETF mencapai sekitar US$250,22 juta sepanjang pekan, dengan total akumulasi menyentuh angka fantastis sebesar US$57,95 miliar. Tren ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap aset digital tetap terjaga meski di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.
Menariknya, kenaikan harga bitcoin terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan terbaru menyebutkan Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), meskipun sebelumnya terdapat upaya perpanjangan gencatan senjata.
Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai kondisi ini mencerminkan perubahan struktur pasar kripto yang kini lebih dewasa. "Pergerakan bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang konsisten dari investor institusional melalui produk spot ETF," ujar Antony.
Menurutnya, di tengah ketidakpastian global, sebagian investor justru memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi. "Hal ini menjadi faktor penopang harga, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi," tambahnya.
Selain faktor institusional dan geopolitik, terdapat beberapa elemen kunci yang memengaruhi pasar saat ini:
Bitcoin ETF merupakan sekuritas yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus membeli dan menyimpannya secara langsung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved