Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA investasi kripto terus melahirkan instrumen baru yang membuat aset digital semakin mudah diakses oleh investor. Salah satunya adalah Bitcoin ETF (Exchange Traded Fund), yang kini menjadi sorotan tidak hanya bagi investor besar, tetapi juga kalangan ritel.
Menurut penjelasan dari Pintu Academy, platform edukasi dari aplikasi Pintu, Bitcoin ETF merupakan sekuritas yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus membeli dan menyimpannya secara langsung.
Dengan begitu, instrumen ini menjadi jalan praktis untuk berpartisipasi dalam pasar kripto, sekaligus meminimalisasi tantangan teknis yang biasanya melekat pada investasi aset digital.
Saat ini, Bitcoin ETF yang beredar masih berbasis kontrak berjangka, bukan harga spot Bitcoin. Instrumen ini diperdagangkan di bursa saham besar seperti NASDAQ dan NYSE, sehingga memberikan akses lebih luas kepada investor untuk ikut dalam pergerakan harga Bitcoin.
Meski lebih praktis dan dianggap terukur dalam risikonya, Bitcoin ETF berbasis kontrak berjangka memiliki keterbatasan. Produk ini hanya menawarkan eksposur jangka pendek dan sering kali mengalami deviasi harga dibandingkan harga spot Bitcoin yang sebenarnya.
Sejumlah manajer investasi besar dunia, seperti BlackRock, Fidelity, Invesco, dan Valkyrie, saat ini tengah mengajukan izin peluncuran Bitcoin ETF berbasis spot. Jika disetujui oleh SEC (Securities and Exchange Commission), produk ini diyakini akan menjadi game changer.
Bitcoin ETF spot berpotensi memberikan eksposur penuh terhadap harga Bitcoin yang sesungguhnya. Dengan instrumen ini, investor dapat berinvestasi secara lebih transparan dan sesuai dengan pergerakan pasar Bitcoin yang riil.
Kehadiran ETF spot juga diperkirakan akan mendorong tingkat adopsi Bitcoin secara lebih luas, baik oleh investor institusional maupun ritel.
Meski peluangnya besar, Bitcoin ETF bukan tanpa risiko. Investor tetap perlu memperhatikan sejumlah faktor, mulai dari biaya tambahan yang mungkin dikenakan, ketergantungan pada manajer investasi dalam mengelola dana, hingga volatilitas harga Bitcoin yang tinggi.
Bagi sebagian investor, Bitcoin ETF memang menawarkan kenyamanan dan jalur aman untuk berinvestasi. Namun, bagi mereka yang ingin eksposur penuh tanpa perantara, membeli Bitcoin secara langsung masih menjadi pilihan utama. (Z-1)
Harga Bitcoin (BTC) menguat ke US$79.500 didorong arus masuk ETF US$250 juta. Simak analisis Indodax terkait dampak ketegangan AS-Iran terhadap kripto.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
SusHi Tech dirancang oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo untuk mempertemukan inovator global dengan para investor.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali menahan perubahan bobot saham Indonesia dalam rebalancing indeks periode Mei 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved