Empat Start Up Indonesia Ikut SusHi Tech di Tokyo Cari Investor, Bergerak di Bidang Pengolahan Ampas Kopi hingga Salurkan TKI

Iis Zatnika
22/4/2026 12:21
Empat Start Up Indonesia Ikut SusHi Tech di Tokyo Cari Investor, Bergerak di Bidang Pengolahan Ampas Kopi hingga Salurkan TKI
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bertemu dengan empat perusahaan rintisan yang akan mengikuti SusHi Tech di Jakarta, Selasa (22/4).(MI/Iis Zatnika)

Sebanyak empat perusahaan rintisan karya anak-anak muda Indonesia akan mengikuti forum yang mempertemukan para start up dan investor, SusHi Tech pada 27-29 April 2026, di Tokyo, Jepang. Mereka terdiri atas, Bell Living Lab yang mengolah ampas kopi untuk aneka produk fesyen  hingga furnitur, Ijo yang berfokus pada produksi pupuk dan pestisida berbahan rumput laut, Spun yang berfokus pada pengurusan visa menggunakan kecerdasan buatan, serta Gapai yang membantu menyalurkan TKI untuk bekerja di luar negeri.

Keberangkatan mereka didukung Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Badan Ekraf Start Up (Bekup) Global Scale Up 2026 . "Ini adalah bentuk dukungan agar kekayaan intelektual (IP) Indonesia semakin mendunia," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya usai pertemuan dengan para perusahaan rintisan itu di Jakarta, Selasa (22/4).

SusHi Tech merupakan malam pertemuan yang akan diisi presentasi produk hingga benchmarking dengan para investor yang dihadiri para pemangku kepentingan sektor ekonomi kreatif dari berbagai dunia.

"Ini adalah bentuk dukungan bagi mereka untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas serta untuk mendapatkan bisnis partner atau investor untuk pengembangan usaha. Persiapan yang paling dibutuhkan adalah proposal bisnis yang tepat. Target outputnya adalah kerja sama bisnis, apakah untuk memperluas pasar, mendapatkan mitra bisnis partner, hingga investor," kata Riefky.

Sebelum lolos menjadi perwakilan Indonesia, kata Riefky, perusahaan-perusahaan rintisan itu melalui proses kurasi. Sementara, SusHi Tech sendiri dirancang oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo untuk mempertemukan inovator global dan mendorong terciptanya kota masa depan yang lebih berkelanjutan.

Pada 2026, skala kegiatan meningkat tajam dengan 750 startup dari 60 negara. Panitia juga menargetkan lebih dari 10.000 pertemuan bisnis terfasilitasi dan sekitar 60.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan. SusHi Tech Challenge menjadi salah satu sorotan utama karena menarik 820 aplikasi dari 60 negara dan wilayah. Dari jumlah itu, 437 berasal dari peserta internasional dan 383 dari Jepang, menandakan tingginya minat global terhadap ajang ini.

Kompetisi tersebut berjalan dalam beberapa tahap, dengan 20 semifinalis tampil pada 27 April, lalu tujuh finalis melaju ke babak akhir pada 28 April. Satu pemenang Grand Prix akan membawa pulang 10.000.000 Yen dan tiket otomatis menuju TechCrunch Disrupt Startup Battlefield Top 200.(X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya