Investor Retail Dituntut Lebih Adaptif dengan Perkembangan AI

Insi Nantika Jelita
22/4/2026 10:33
Investor Retail Dituntut Lebih Adaptif dengan Perkembangan AI
ilustrasi(Antara)

Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama. Di pasar maju seperti Amerika Serikat (AS), penggunaan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi

Kondisi ini membuat banyak keputusan yang diambil tidak lagi relevan dengan situasi market yang sedang berlangsung. Dalam pasar yang bergerak cepat dan volatil, keterlambatan informasi sekecil apapun dapat berdampak signifikan terhadap hasil trading, mulai dari entry yang terlambat hingga exit yang tidak optimal. Investor ritel pun dituntut adaptif. Melihat perubahan ini, Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan pendekatan baru melalui aplikasi saham berbasis AI real-time dan live indicators. Investor ritel 

“Akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor ritel,” tandas Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Sergio Ticoalu dalam keterangan resmi, Rabu (22/4).

Ia menambahkan melalui berbagai fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI), investor dapat memantau aktivitas market dalam hitungan detik. Data yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk angka kini dapat diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami. Ditambah dengan Live Order Book dan Order Queue, transparansi pergerakan market menjadi lebih jelas, memungkinkan investor untuk membaca dinamika permintaan dan penawaran secara langsung tanpa harus bergantung pada asumsi atau spekulasi.

Pendekatan ini diyakini akan mengubah cara investor mengambil keputusan. Jika sebelumnya banyak keputusan didasarkan pada opini, rumor, atau data yang tertunda, kini keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi market yang sedang terjadi. Dalam praktiknya, penggunaan data real-time dan analisis berbasis AI membantu investor mengidentifikasi momentum lebih cepat, menghindari entry yang terlambat, serta merancang strategi yang lebih terukur dalam trading saham.

Dari sisi infrastruktur, jelas Sergio, sistemnya dirancang menggunakan arsitektur real-time dengan latency rendah dan kemampuan pemrosesan data yang tinggi. Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun serta investasi teknologi dalam skala besar, platform ini memiliki fondasi yang memungkinkan pengembangan sistem AI trading saham yang stabil dan scalable. 

Selain performa, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Di tengah meningkatnya risiko kejahatan siber, IPOT menghadirkan sistem perlindungan berbasis server dengan mekanisme anti-phishing berlapis. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, mencegah akses ilegal, serta memberikan perlindungan terhadap potensi ancaman seperti malware dan remote access. 

"Di tengah kondisi market yang semakin kompetitif, penggunaan teknologi seperti AI real-time trading menjadi faktor pembeda yang signifikan," katanya. 

Investor yang memiliki akses terhadap data real-time dan sistem analisis canggih akan berada dalam posisi yang lebih unggul dibandingkan mereka yang masih mengandalkan sistem dengan keterbatasan informasi. Hal ini akan menunjukkan performa dalam trading saham tidak hanya ditentukan oleh keberanian, tetapi juga oleh kualitas data dan sistem yang digunakan.

"Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market yang sebenarnya,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya