AI Percepat Produktivitas, Peran Manusia Tetap Jadi Kunci Inovasi

Insi Nantika Jelita
28/4/2026 20:58
AI Percepat Produktivitas, Peran Manusia Tetap Jadi Kunci Inovasi
Dicoding Developer Conference (DDC) 2026(Dicoding)

Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026. Mengusung tema Built by Humans, Accelerated by AI, konferensi ini menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) memang menjadi akselerator produktivitas, namun peran manusia tetap menjadi fondasi utama dalam mendorong inovasi teknologi.

Penyelenggaraan DDC 2026 semakin istimewa dengan peluncuran laporan Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026. Survei yang melibatkan 3.163 talenta digital tersebut menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh developer profesional telah merasakan peningkatan produktivitas sebesar 20% hingga lebih dari 50% berkat pemanfaatan AI generatif dalam alur kerja mereka.

Dalam sesi keynote, CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, mengungkapkan bahwa 75 persen developer profesional meyakini teknologi dan keterampilan praktis perlu dipelajari di luar lingkungan kampus.

“Sebanyak 63 persen developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama. Oleh karenanya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para developer yang telah sebelas tahun mendukung kami untuk memberdayakan talenta digital dengan pembelajaran yang berdampak, sehingga Dicoding dapat memberikan dampak ekonomi pada Indonesia sebesar 6,5 triliun rupiah,” ujar Narenda.

Temuan ini mempertegas bahwa pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci bagi para profesional teknologi untuk tetap relevan di tengah perubahan industri yang sangat cepat.

Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, juga menyoroti relevansi pembelajaran teknologi di tengah maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi. Menurutnya, peluang karier bagi talenta digital justru semakin terbuka luas, terutama di luar industri teknologi konvensional.

"Temuan kami dalam IDO 2026 menunjukkan bahwa perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI, pertanyaan 'apakah belajar teknologi masih relevan?' terjawab dengan mutlak: Ya, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi," jelas Oon.

Ia melihat saat ini tren mana online course menjadi sumber belajar utama bagi lebih dari 63% developer profesional. 

"Kita harus melatih diri menjadi spesialis, membangun portofolio yang kuat, dan mendorong produktivitas menggunakan generative AI," tegasnya.

Dukungan terhadap pengembangan talenta digital juga datang dari pemerintah. Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menilai penguasaan AI sebagai elemen penting untuk memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, menyatakan pihaknya mendukung penuh ajang Dicoding Developer Conference 2026 sebagai upaya peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring developer Indonesia. 

"Kami optimistis terhadap kiprah para developer di berbagai industri, dengan AI sebagai akseleratornya,” ucapnya.

Selain itu, DBS Foundation Indonesia turut menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta digital melalui kolaborasi bersama Dicoding. Program Coding Camp powered by DBS Foundation tercatat telah memberikan dampak kepada lebih dari 227 ribu anak muda di Indonesia.

Rangkaian DDC 2026 juga menghadirkan diskusi panel yang melibatkan perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi industri, hingga alumni Dicoding. Forum ini membahas berbagai strategi untuk membentuk talenta digital yang adaptif, humanis, dan siap menghadapi transisi menuju dunia kerja di era AI.

Melalui konferensi ini, DDC 2026 menegaskan bahwa masa depan teknologi tidak hanya dibangun dengan kecerdasan buatan, tetapi juga oleh manusia yang terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya