Budaya Investasi Terencana terus Ditanamkan kepada Masyarakat

Naufal Zuhdi
28/4/2026 13:22
Budaya Investasi Terencana terus Ditanamkan kepada Masyarakat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan Program Investasi Terencana dan Berkala.(Bibit)

Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri. Salah satu langkah strategis terbaru adalah peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana, yang diharapkan mampu mendorong masyarakat membangun kebiasaan berinvestasi secara disiplin dan berkelanjutan.

Program tersebut resmi dicanangkan pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) dan para pelaku industri. Peluncuran ini juga dirangkaikan dengan Pekan Reksa Dana 2026.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara tersebut, di antaranya Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Purbaya Yudhi Sadewa. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya penguatan pasar modal domestik melalui peningkatan partisipasi investor ritel.

Sejalan dengan inisiatif tersebut, Bibit.id menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi terencana melalui fitur Systematic Investment Plan (SIP), atau yang dikenal sebagai Nabung Rutin. Strategi ini memungkinkan masyarakat berinvestasi secara konsisten tanpa harus menunggu modal besar.

Direktur Bibit.id, Hilmawan Kusumajaya, menyatakan bahwa program ini selaras dengan misi perusahaan sejak awal, yakni membantu masyarakat mencapai tujuan keuangan jangka panjang melalui investasi yang terencana.

“Bibit mengapresiasi dukungan dari OJK, BEI, dan asosiasi dalam peluncuran program ini. Filosofi investasi terencana dan berkala telah terbukti menjadi cara paling efektif bagi masyarakat untuk membangun kekayaan jangka panjang,” ujarnya.

Metode SIP sendiri menggabungkan dua prinsip investasi penting, yakni the power of compounding dan dollar cost averaging. Melalui pendekatan ini, investor menyetorkan dana dalam jumlah tetap secara berkala ke instrumen reksa dana sesuai dengan tujuan keuangan dan jangka waktu yang telah ditetapkan.

Strategi ini dinilai ideal untuk berbagai tujuan finansial, seperti mempersiapkan dana pendidikan, dana pensiun, hingga pembelian rumah. Selain membantu membangun disiplin finansial, SIP juga memberikan manfaat diversifikasi sehingga risiko investasi dapat dikelola dengan lebih baik.

“SIP merupakan strategi investasi yang aman, terbukti menguntungkan, dan merupakan alternatif investasi untuk jangka panjang,” kata Hilmawan.

Keberhasilan strategi serupa di India menjadi salah satu inspirasi utama. Kampanye Association of Mutual Funds in India (AMFI) melalui program Mutual Fund Sahi Hai sejak 2017 berhasil meningkatkan partisipasi investor secara signifikan.

Chief Executive AMFI, Venkat N. Chalasani, mengungkapkan bahwa rata-rata aset kelolaan reksa dana di India tumbuh 33 persen dalam dua tahun pertama kampanye tersebut. Bahkan, sejak program itu diluncurkan, total aset kelolaan industri reksa dana India meningkat hingga 600%.

“Dari awal gerakan ini dicanangkan sampai hari ini, aset kelolaan reksa dana di India tercatat tumbuh 600%,” ujarnya.

Dengan jumlah investor pasar modal Indonesia yang kini telah melampaui 26 juta, optimisme terhadap pertumbuhan industri reksa dana semakin besar. Program PINTAR Reksa Dana diharapkan menjadi katalis dalam membangun budaya investasi yang lebih kuat, inklusif, dan berorientasi jangka panjang di Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya