Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSES masyarakat terhadap instrumen investasi kian terbuka lebar seiring perkembangan teknologi digital. Namun, di tengah kemudahan tersebut, penguatan literasi keuangan menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah penting agar pertumbuhan investor berjalan sehat dan berkelanjutan.
Upaya ini terus didorong regulator bersama pelaku industri. Salah satunya melalui program sosialisasi dan edukasi (Sosedu) yang digelar Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Semarang, beberapa waktu lalu ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026, roadshow di lima kota, yaitu Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, dan Bandung, yang menjadi pra-acara menuju puncak Pekan Reksa Dana pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Sekitar 30 perwakilan media mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan edukasi kepada publik. Peran media dinilai krusial dalam menyampaikan informasi investasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menegaskan bahwa peningkatan inklusi keuangan harus diiringi dengan literasi yang memadai. Menurutnya, kemudahan akses investasi saat ini perlu dibarengi pemahaman yang cukup agar masyarakat tidak salah langkah.
"Tantangan industri bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, serta cara memilih produk investasi yang tepat," ujarnya.
Ia menambahkan, reksa dana, khususnya reksa dana pasar uang, dapat menjadi pintu masuk (entry point) bagi investor pemula. Instrumen ini relatif lebih stabil dan mudah diakses dibandingkan produk lain. Hidayat juga mengingatkan pentingnya berinvestasi pada produk yang terdaftar dan diawasi OJK guna menghindari praktik investasi ilegal. Ia menekankan sinergi antara regulator, industri, media, dan komunitas sebagai kunci membangun ekosistem investasi yang sehat.
Ketua Panitia Sosedu APRDI 2026, Gresia Kusyanto, menambahkan kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional #ReksaDanaAja yang bertujuan meningkatkan literasi sekaligus inklusi reksa dana di Indonesia. Menurutnya, reksa dana menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki instrumen konvensional seperti deposito. Investor dapat mencairkan dana kapan saja sesuai kebutuhan, tanpa harus menunggu jatuh tempo. Selain itu, investasi ini kini semakin terjangkau dengan nominal awal mulai dari Rp10.000.
"Hal ini membuat reksa dana semakin relevan bagi masyarakat luas, termasuk generasi muda," ujarnya.
Data OJK menunjukkan tren pertumbuhan positif di pasar modal Jawa Tengah. Per Januari 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 3,38 juta, tumbuh 105,29% secara tahunan (yoy). Reksa dana menjadi kontributor terbesar dengan 2,17 juta SID atau 63,98% dari total investor. Nilai penjualan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) juga meningkat signifikan hingga 269,34% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen ini.
Sejalan dengan tren tersebut, OJK memperkenalkan Program PINTAR Reksa Dana yang dirancang untuk mendorong kebiasaan investasi disiplin melalui penyetoran dana secara berkala. Program ini menggabungkan prinsip compounding dan dollar cost averaging (DCA), sehingga memungkinkan investor membangun nilai investasi secara bertahap sekaligus meredam risiko fluktuasi pasar.
PINTAR Reksa Dana terdiri dari dua kategori, yakni PINTAR Reksa Dana Umum untuk masyarakat luas serta PINTAR Reksa Dana – SiMUDA Investasiku yang ditujukan bagi kelompok usia 18–30 tahun. Produk dalam program ini memiliki profil risiko konservatif, bebas biaya subscription dan redemption dengan periode penguncian tiga tahun, serta dapat dimulai dari Rp10.000.
Dari sisi industri, digitalisasi turut mempercepat penetrasi investasi. Platform berbasis teknologi memungkinkan proses investasi menjadi lebih sederhana dan mudah diakses.
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) menjadi salah satu pelaku industri yang terlibat dalam kegiatan ini bersama PT Panin Asset Management. Perwakilan Makmur, Merry Putri Sirait, menilai pendekatan digital mampu menurunkan hambatan bagi investor pemula.
"Dengan tampilan aplikasi yang sederhana, investasi reksa dana menjadi semakin mudah bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.
Secara industri, peran Makmur juga semakin strategis. Direktur Utama Makmur, Sander Parawira, saat ini menjabat sebagai Co-Chair PAPERDO periode 2025–2028 di bawah naungan APRDI, forum kolaborasi yang mendorong inovasi, literasi, dan kepatuhan di industri reksa dana digital.
Makmur sendiri menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem investasi digital, tidak hanya melalui penyediaan platform, tetapi juga melalui edukasi berkelanjutan. Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna dan berizin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) serta mitra pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II yang diawasi OJK.
Didirikan oleh profesional berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur mengusung pendekatan berbasis teknologi dan analisis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Kepercayaan terhadap perusahaan ini juga tecermin dari penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Ke depan, tantangan industri bukan hanya menjaga pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga memastikan kualitas pemahaman mereka. Tanpa literasi yang memadai, kemudahan akses justru berpotensi meningkatkan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan finansial. Karena itu, kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan media akan tetap menjadi kunci agar pertumbuhan investasi di Indonesia tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga matang secara kualitas. (E-1)
STAR Asset Management berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajangBest Sharia Awards 2025 yang digelar oleh Investortrust bersama Infovesta pada Selasa, (30/9).
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan jumlah rekening yang terindikasi terkait judi online (judol) terus melonjak.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) tengah mendalami 32 kasus dugaan pelanggaran pasar modal, termasuk manipulasi harga dan insider trading.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi pengunduran diri serentak tiga pejabat tingginya, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.
TIGA pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kompak menyatakan mundur di tengah polemik ambruknya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved