Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan bergerak mendatar atau sideways pada periode perdagangan pekan ini, 27 hingga 30 April 2026. Sentimen global, terutama arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia, menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan indeks.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelaku pasar tengah bersikap wait and see mencermati keputusan suku bunga dari berbagai negara maju. "Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 7.000 pada pekan ini," ujar Ratna dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/4).
Pekan ini menjadi momen krusial bagi pasar modal global seiring dengan jadwal pertemuan sejumlah bank sentral besar. Fokus utama tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada Kamis (29/4). Bank sentral Amerika Serikat tersebut diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5% hingga 3,75%.
Selain The Fed, pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan dari:
Selain kebijakan moneter, pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi penting. Dari Amerika Serikat, data yang akan dicermati meliputi consumer confidence, data perumahan, Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal I-2026, hingga indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) Prices.
Sementara itu, dari kawasan Euro, investor akan memantau rilis data PDB Kuartal I-2026, angka inflasi terbaru, serta tingkat pengangguran yang dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan ekonomi Benua Biru dalam transaksi menggunakan Mata Uang Rupiah maupun valuta asing lainnya.
Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi dan memperhatikan level support kuat pada angka psikologis 7.000 guna mengantisipasi koreksi lanjutan. (E-3)
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
INDEKSĀ Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah mengungkapkan pada sepekan ke depan, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved