Pekan Reksa Dana 2026 Jadi Momen Gencarkan Edukasi Investasi

Insi Nantika Jelita
14/4/2026 18:37
Pekan Reksa Dana 2026 Jadi Momen Gencarkan Edukasi Investasi
ilustrasi(Antara)

Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan nasional kembali digencarkan melalui penyelenggaraan Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia dan pelaku industri pasar modal. Kegiatan yang digelar di sejumlah kota besar seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, dan Makassar ini menjadi momentum strategis untuk mendorong masyarakat lebih memahami instrumen investasi, khususnya reksa dana.

Mengusung semangat edukasi dan inklusi, rangkaian program ini menekankan pentingnya investasi yang mudah diakses, aman, dan selaras dengan profil risiko masyarakat. Berbagai kampanye seperti #ReksaDanaAja dan Pintar Reksa Dana dihadirkan guna menyederhanakan pemahaman publik terhadap produk investasi tersebut.

Sejalan dengan gerakan ini, Bibit.id menegaskan perannya dalam mendorong kebiasaan investasi melalui program Systematic Investment Plan (SIP) atau Nabung Rutin. Inisiatif ini mengajak masyarakat untuk berinvestasi secara konsisten tanpa harus menunggu modal besar, sekaligus membangun disiplin finansial dalam jangka panjang.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id William menyambut positif kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem investasi di Indonesia.

“Kami senang menyaksikan gerakan yang Bibit dorong sejak lama kini menjadi agenda bersama regulator dan para pelaku industri. Bersama kita perkuat industri reksa dana dan membantu masyarakat Indonesia membangun masa depan keuangan yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam konteks strategi investasi, Systematic Investment Plan (SIP) menggabungkan prinsip the power of compounding dan Dollar Cost Averaging. Skema ini mendorong investor untuk menyisihkan dana secara rutin dalam jumlah tetap dan periode tertentu, sesuai tujuan keuangan yang ingin dicapai. Misalnya, untuk rencana jangka panjang seperti pembelian rumah dalam 10 tahun, SIP memungkinkan investasi dilakukan secara disiplin, fleksibel, dan terdiversifikasi.

Praktisi perencana investasi sekaligus akademisi Dede Suryanto menjelaskan bahwa konsep menabung telah mengalami pergeseran signifikan. Menabung kerap  diartikan sebagai investasi dengan menyisihkan uang secara rutin dan menyimpannya di rekening tabungan atau deposito sebuah bank. 

Namun, lanjut Dede, dewasa ini fungsi menabung telah bergeser dari sekadar menyimpan uang, yang mana nilai uang kita lama-lama berkurang karena tergerus biaya administrasi, pajak dan tentu saja inflasi.

"Kini beralih dengan menyimpannya dalam bentuk instrumen investasi yang relatif aman dan lebih menguntungkan, misalnya reksa dana,” jelasnya.

Menurut Dede, keberhasilan mencapai tujuan keuangan sangat ditentukan oleh disiplin berinvestasi serta ketepatan dalam memilih instrumen. 

Systematic Investment Plan pada dasarnya adalah menyisihkan dana secara rutin dalam jangka waktu tertentu, berkomitmen mewujudkan tujuan keuangan, dan di saat yang sama menahan godaan untuk menjual reksa dana sebelum goals kita tercapai,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi sebagai strategi untuk meminimalkan risiko. “SIP merupakan strategi investasi yang aman, terbukti menguntungkan, dan merupakan alternatif investasi untuk jangka panjang,” tambahnya.

Secara global, pendekatan SIP telah terbukti efektif. Di India, kampanye Mutual Fund Sahi Hai” yang digagas oleh Association of Mutual Funds in India sejak 2017 berhasil meningkatkan partisipasi investor secara signifikan. Dalam periode Februari 2017 hingga Maret 2019, rata-rata aset kelolaan (AAUM) reksa dana di India tumbuh 33 persen, bahkan meningkat dua kali lipat dalam rentang 2019 hingga 2023.

Optimisme serupa juga terlihat di Indonesia. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia menunjukkan jumlah investor reksa dana meningkat pesat, dari 9,6 juta pada akhir 2022 menjadi 19,84 juta per Januari 2026.

“Berkaca dari kisah sukses di India, tentu saja kami optimis kita bersama dapat mencapai kesuksesan yang sama di Indonesia,” tutup William. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya