43 Persen Orang Indonesia Punya Kerja Sampingan tapi Finansial masih Rentan

Insi Nantika Jelita
09/4/2026 21:05
43 Persen Orang Indonesia Punya Kerja Sampingan tapi Finansial masih Rentan
ilustrasi(Antara)

Fenomena pekerjaan sampingan atau side hustle semakin menjadi tren di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan hidup dan tekanan ekonomi. Studi terbaru dari Prudential plc menunjukkan sebanyak 43% responden di Indonesia memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama. Meski demikian, peningkatan pendapatan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan ketahanan finansial yang kuat.

Dalam studi yang melibatkan lebih dari 7.000 responden di Asia, hanya 45% yang merasa siap menghadapi pengeluaran tak terduga atau memiliki tabungan yang cukup untuk masa depan. Bahkan, hanya 18% yang menilai memiliki akses memadai terhadap solusi keuangan.

Di Indonesia, faktor keluarga masih menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan keuangan. Sebanyak 82% responden menempatkan keluarga sebagai prioritas, sementara hanya 35% yang menyatakan tidak memiliki kewajiban memberi dukungan finansial kepada orang lain. Kondisi ini sejalan dengan tingkat literasi keuangan yang masih perlu diperkuat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat berada di kisaran 66%.

Di sisi lain, masyarakat mulai menunjukkan kebiasaan finansial yang lebih baik. Sebanyak 69% responden mengaku rutin menabung setiap bulan, dan 63% memiliki tujuan keuangan yang jelas. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup tanpa perencanaan jangka panjang dan perlindungan terhadap risiko.

Prudential Indonesia mendorong masyarakat untuk tidak hanya fokus meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat fondasi kesehatan finansial. Salah satu pendekatan sederhana yang dapat diterapkan adalah pengelolaan keuangan berbasis alokasi, seperti aturan 40-30-20-10, yang membagi pengeluaran untuk kebutuhan, utang, tabungan/investasi, dan sosial.

Sebagai ilustrasi, individu dengan penghasilan Rp6,5 juta per bulan dapat mengalokasikan sekitar Rp2,6 juta untuk kebutuhan harian, Rp1,95 juta untuk kewajiban utang, Rp1,3 juta untuk tabungan dan perlindungan, serta Rp650 ribu untuk kebutuhan sosial.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menekankan bahwa meningkatnya harapan hidup masyarakat membuat kebutuhan akan kesehatan finansial berkelanjutan semakin penting.

"Menurutnya, akses terhadap solusi keuangan dan perencanaan jangka panjang menjadi kunci agar masyarakat memiliki kepercayaan diri dalam mengelola keuangan di setiap tahap kehidupan," ujar Karin melalui keterangan resmi.

Sepanjang 2025, Prudential Indonesia telah menjangkau lebih dari 390.000 peserta melalui berbagai program literasi finansial yang menyasar berbagai kelompok, mulai dari pelajar hingga pelaku UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa di tengah tren peningkatan penghasilan melalui side hustle, tantangan utama justru terletak pada bagaimana masyarakat membangun ketahanan finansial yang berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya