Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498 Triliun, Kinerja Rosan Roeslani Diapresiasi

Rahmatul Fajri
29/4/2026 13:21
Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498 Triliun, Kinerja Rosan Roeslani Diapresiasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

CAPAIAN investasi nasional pada awal tahun 2026 mencatatkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp498,79 triliun pada Kuartal I. Angka ini melampaui target pemerintah dengan pertumbuhan sebesar 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus memicu apresiasi terhadap kinerja Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani.

Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun. Menanggapi hal tersebut, DPP Brigade Rakyat Garuda Merah Putih menilai lonjakan ini merupakan indikator kuat pulihnya kepercayaan pasar global terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.

Wakil Ketua Umum DPP Brigade Rakyat Garuda Merah Putih, Rudi Hermawan, menyatakan bahwa kepemimpinan di kementerian investasi saat ini telah menunjukkan hasil kerja nyata tanpa perlu banyak narasi di ruang publik.

“Rosan Roeslani membuktikan bahwa pejabat negara harus bekerja untuk hasil, bukan sekadar tampil di ruang publik. Beliau bekerja tenang, namun hasilnya nyata dan dirasakan dalam peningkatan investasi nasional,” ujar Rudi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2026).

Senada dengan Rudi, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Brigade Rakyat Garuda Merah Putih, Akbar Maulana, menyebut angka investasi yang hampir menyentuh Rp500 triliun dalam satu kuartal tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas nasional. Menurutnya, pertumbuhan ini mencerminkan adanya kepastian hukum dan kebijakan yang diinginkan dunia usaha.

“Naiknya investasi ini menunjukkan bahwa dunia usaha percaya pada stabilitas dan kepastian kebijakan investasi di Indonesia,” kata Akbar.

Capaian ini diharapkan tidak hanya berhenti pada angka statistik, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan daya saing nasional dan percepatan hilirisasi industri. Akbar menambahkan bahwa arus modal yang masuk akan menjadi motor penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja secara luas.

“Tak banyak gimik, tak banyak drama. Kerja senyap, investasi melonjak,” pungkas Akbar. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya