Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM keamanan nasional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah meninjau proposal dari Iran yang bertujuan menghentikan konflik dengan Israel, membuka kembali Selat Hormuz, serta menunda pembahasan program nuklir Teheran hingga perang berakhir.
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump telah bertemu dengan para penasihat keamanan nasionalnya pada Senin (27/4) untuk membahas rencana tersebut. Namun, sejumlah laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa Trump tidak puas dengan isi proposal, terutama karena penundaan pembahasan isu nuklir.
Mengutip seorang pejabat yang mengetahui jalannya pertemuan, disebutkan bahwa Trump menginginkan isu nuklir menjadi prioritas utama dalam setiap negosiasi. CNN, yang mengutip dua sumber terkait, melaporkan bahwa Trump kemungkinan besar akan menolak proposal tersebut.
Pencabutan blokade terhadap pelabuhan Iran tanpa penyelesaian terkait program nuklir dinilai dapat melemahkan posisi tawar Washington.
Proposal ini muncul di tengah ketidakpastian pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan kembali ke meja perundingan selama Amerika Serikat masih memberlakukan pembatasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebelumnya, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata sementara pada Rabu (8/4), setelah lebih dari satu bulan konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan itu kini menghadapi tekanan akibat perselisihan mengenai akses maritim di Selat Hormuz serta langkah-langkah AS terhadap pelabuhan Iran. Ketegangan regional juga diperburuk oleh konflik paralel antara Israel dan Libanon.
Di tengah situasi tersebut, Iran menunjukkan sinyal keterbukaan terhadap jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di St. Petersburg pada Senin (27/4), dan menyatakan bahwa Teheran sedang mempertimbangkan permintaan Amerika Serikat untuk melanjutkan negosiasi.
Araghchi menegaskan pentingnya hubungan strategis dengan Rusia di tengah ketidakstabilan kawasan. "Peristiwa baru-baru ini telah membuktikan kedalaman dan kekuatan kemitraan strategis kita," tulisnya di X dilansir Al Jazeera, Selasa (28/4).
"Seiring hubungan kita terus berkembang, kami berterima kasih atas solidaritas dan menyambut dukungan Rusia untuk diplomasi," tambahnya.
Laporan Al Jazeera dari Teheran menyebutkan bahwa Araghchi telah melakukan kunjungan ke Pakistan, Oman, dan Rusia dalam rangka memperkuat komunikasi regional.
"Tetapi Iran mencoba mengatakan bahwa mereka terbuka untuk diplomasi. Mereka mengirimkan pesan. Mereka tidak menutup saluran apa pun dan tidak menutup pintu apa pun untuk diplomasi," lapor koresponden Almigdad Alruhaid.
Sementara itu, tekanan internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz terus meningkat. Puluhan negara menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz yang mendesak dan tanpa hambatan, mengingat jalur tersebut merupakan rute penting bagi perdagangan energi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Ia menyoroti bahwa sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut, sehingga gangguan distribusi akan berdampak besar, terutama bagi negara-negara rentan.
Laporan dari markas besar PBB di New York menyebutkan bahwa para diplomat berulang kali menyerukan de-eskalasi dalam pertemuan Dewan Keamanan. Mereka menyoroti dampak terhadap ribuan kapal kargo yang tertahan serta puluhan ribu pekerja maritim yang tidak dapat melintas.
Bahrain, yang mengajukan pertemuan tersebut dengan dukungan puluhan negara terdampak, menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai pelanggaran hukum internasional dan mendesak agar serangan terhadap kapal segera dihentikan.
"Tidak ada tindakan yang diambil oleh Dewan Keamanan. Resolusi sebelumnya yang menyerukan pembukaan kembali selat tersebut diblokir oleh Tiongkok dan Rusia, dengan Moskow menyalahkan AS dan Israel atas serangan tanpa provokasi mereka terhadap Iran sebagai sumber masalah," demikian dilaporkan. (Fer/P-3)
Tantangan utama Indonesia bukan pada kekurangan sumber daya, melainkan bagaimana mengorkestrasi sumber daya menjadi kapasitas nyata.
Peringatan May Day didorong menjadi ajang refleksi kedewasaan kolektif antara buruh dan pengusaha guna membangun keseimbangan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Penasihat Khusus Presiden Dudung Abdurachman mendatangi Istana untuk bertemu Presiden Prabowo. Bahas geopolitik hingga kerja sama pertahanan AS
Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menuding blokade AS sebagai pemicu. Ketegangan meningkat dan berdampak pada pelayaran serta pasar energi global.
Fokus utama dari kesepakatan tersebut tetap pada penguatan kemitraan strategis.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved