Dudung Abdurachman Menghadap Prabowo di Istana, Bahas Isu Pertahanan Strategis

Media Indonesia
21/4/2026 21:35
Dudung Abdurachman Menghadap Prabowo di Istana, Bahas Isu Pertahanan Strategis
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).(ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/YU)

PENASIHAT Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (21/4) sore. Kedatangan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut bertujuan untuk memenuhi panggilan mendadak dari Presiden Prabowo Subianto.

Dudung tiba di kompleks Istana sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengungkapkan bahwa instruksi untuk menghadap Kepala Negara baru diterimanya melalui ajudan presiden pada Senin malam.

"Semalam ditelepon oleh ajudan bahwa Bapak (Presiden) menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini," ujar Dudung kepada awak media sebelum memasuki ruang pertemuan.

Agenda Strategis dan Isu Geopolitik

Meski belum mengetahui secara rinci topik yang akan dibahas, Dudung meyakini pertemuan tersebut berkaitan dengan pemberian saran dan masukan strategis. Sebagai penasihat, ia mengaku rutin dimintai pandangan oleh Presiden Prabowo mengenai berbagai persoalan bangsa.

"Saya belum tahu, tadi kan saya Penasihat Presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya, beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," tuturnya.

Dudung memberikan isyarat bahwa diskusi sore ini kemungkinan besar akan menyentuh isu-isu strategis di level nasional maupun internasional, termasuk dinamika geopolitik global yang tengah menghangat.

Catatan Redaksi: Dudung Abdurachman merupakan satu-satunya penasihat yang dijadwalkan bertemu Presiden pada sesi sore ini. Belum ada konfirmasi mengenai kehadiran menteri atau pejabat tinggi lainnya dalam pertemuan tertutup tersebut.

Soroti Kerja Sama Pertahanan dengan AS

Sebelum masuk ke dalam Istana, Dudung sempat menanggapi isu sensitif yang belakangan mencuat, yakni wacana blanket overflight dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki pemahaman yang sangat luas terkait isu tersebut. Namun, Dudung mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional terkait kedaulatan wilayah udara.

"Pelanggaran wilayah udara tanpa izin tidak diperbolehkan menurut hukum internasional," tegas Dudung.

Dudung berjanji akan memberikan keterangan lebih lanjut kepada media setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo selesai dilakukan. "Itu nanti saya sampaikan ke beliau. Nanti setelah kembali baru saya sampaikan," pungkasnya.

Waktu Agenda Kejadian
Senin Malam Dudung menerima telepon dari ajudan Presiden Prabowo.
14.30 WIB Dudung tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.
15.00 WIB Pertemuan dijadwalkan berlangsung.

 

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya