Prabowo Setujui Bangun Jalan Layang Bekasi usai Tabrakan Kereta

Media Indonesia
28/4/2026 10:41
Prabowo Setujui Bangun Jalan Layang Bekasi usai Tabrakan Kereta
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi guna menjenguk korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.(Dok BPMI Setpres)

PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi menyetujui pembangunan jalan layang (flyover) di Bekasi, Jawa Barat, sebagai langkah preventif guna mencegah terulangnya kecelakaan di perlintasan sebidang. Keputusan ini diambil menyusul insiden tragis tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Persetujuan tersebut disampaikan Presiden usai menjenguk para korban kecelakaan yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) pagi. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB dan langsung meninjau ruang perawatan di poli bedah serta ruang Bougenville.

"Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” ujar Prabowo dalam pernyataan persnya.

Presiden menilai banyak lintasan kereta api di wilayah padat penduduk yang belum memiliki penjagaan memadai, sehingga memerlukan penanganan cepat demi keselamatan publik dan kelancaran mobilitas transportasi.

Anggaran Rp4 Triliun untuk 1.800 Titik di Pulau Jawa

Selain fokus pada pembangunan di Bekasi, Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan serupa di wilayah lain. Ia mengungkapkan terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang memerlukan pembenahan segera.

"Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman Belanda ya, sudah berapa puluh tahun. Sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu," tegas Presiden.

Untuk merealisasikan perbaikan menyeluruh tersebut, baik melalui pembangunan pos jaga maupun flyover, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai hampir Rp4 triliun.

"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan. Kita sangat perlu kereta api dan kita harus keluarkan itu. Sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, sekarang kita lakukan," pungkasnya.

Update Korban Kecelakaan:

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, hingga Selasa pukul 08.45 WIB, tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line tersebut.

Langkah cepat pemerintah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan di masa depan, mengingat kereta api merupakan tulang punggung transportasi publik yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat di Pulau Jawa. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya