Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, DPR: Harus Ada Pembenahan Sistem Transportasi

Ihfa Firdausya
29/4/2026 11:05
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, DPR: Harus Ada Pembenahan Sistem Transportasi
ilustrasi(Antara)

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menyoroti kecelakaan beruntun kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Mori menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan darurat semata. Menurutnya, evaluasi sistemik harus segera dilakukan, termasuk terhadap operasional perusahaan transportasi yang terlibat.

Mori juga meminta pemerintah memanggil manajemen Green SM guna memastikan seluruh armada yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan laik jalan. 

"Selain itu, pentingnya peningkatan pengawasan di perlintasan sebidang yang selama ini dikenal rawan kecelakaan," ujar Politisi Fraksi Partai NasDem ini dalam keterangannya, Rabu (29/4).

Di sisi lain, Mori mengapresiasi respons cepat pemerintah dan aparat dalam menangani insiden tersebut. Ia menyebut langkah sigap dari berbagai pihak sebagai bukti kehadiran negara dalam situasi darurat. Ia menekankan bahwa tragedi ini harus menjadi momentum pembenahan serius dalam sistem keselamatan transportasi nasional, khususnya di sektor perkeretaapian

Seperti diberitakan, peristiwa bermula di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Bekasi, ketika sebuah taksi listrik milik Green SM berada di jalur rel dan tertabrak KRL yang melintas. Insiden awal ini memicu gangguan operasional kereta rel listrik (KRL) hingga menyebabkan rangkaian berhenti di jalur.

Situasi semakin memburuk ketika kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Stasiun Gambir menuju Surabaya terlibat kecelakaan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya efek berantai dari kecelakaan di perlintasan.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Bekasi dan Kota Depok), Mahfudz Abdurrahman mendorong dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan, khususnya terhadap kondisi jalur dan sistem operasional di lintas Bekasi yang dikenal padat.

“Lintas Bekasi adalah jalur sibuk dengan intensitas tinggi. Evaluasi harus dilakukan secara serius dan menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Di tengah situasi duka, Mahfudz juga mengimbau semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan mengedepankan empati dalam komunikasi publik.

"Masyarakat Bekasi sedang berduka. Mari kita jaga suasana tetap tenang, hindari spekulasi, dan fokus pada penanganan serta solusi,” tutupnya.

Mahfudz berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem transportasi yang lebih aman dan berpihak pada kebutuhan warga, khususnya para komuter di Bekasi. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya