Belajar dari Insiden Bekasi, PT KAI Daop 8 Surabaya Masif Penataan Perlintasan Sebidang

Faishol Taselan
29/4/2026 19:20
Belajar dari Insiden Bekasi, PT KAI Daop 8 Surabaya Masif Penataan Perlintasan Sebidang
Ilustrasi(Antara)

USAI kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Daops 8 Surabaya terus berbenah dalam menata perlintasan.

“Penataan perlintasan sebidang di wilayah kami terus dilakukan secara bertahap dengan fokus pada peningkatan keselamatan,” kata  Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, di Surabaya, Rabu (29/4).

Pihak PT KAI Daops 8 Surabaya telah melakukan langkah yang sudah dilakukan antara lain penutupan perlintasan liar atau berisiko, peningkatan pengamanan seperti pemasangan palang pintu dan rambu, serta sosialisasi kepada masyarakat.

Berdasarkan datanya, sejak tahun 2020 - 2026, KAI Daop 8 Surabaya sudah melakukan sebanyak 125 penutupan perlintasan sebidang liar di wilayahnya. “Kami juga secara aktif melakukan pemetaan titik rawan untuk menentukan prioritas penanganan,” katanya.

Untuk kolaborasi, pihaknya bersinergi dengan pemerintah daerah, Dishub, dan Kepolisian, khususnya dalam penutupan perlintasan, penyediaan penjaga, serta mendorong pembangunan flyover atau underpass sebagai solusi jangka panjang.

“Ke depan, kolaborasi ini akan terus diperkuat untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Ini menjadi perhatian kami untuk meminimalisasi kecelakaan,” katanya. 

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkoordinasi dengan PT KAI Daop 8 Surabaya untuk mengurangi adanya perlintasan kereta api sebidang. Rencananya, pemkot bersama KAI Daop 8 akan membuat dua opsi untuk mengurangi perlintasan kereta api sebidang di Surabaya, yakni menggunakan jalan layang (flyover) atau underpass.  

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dua titik yang akan dibangun overpass atau underpass itu antara lain di Jalan Jemursari dekat Taman Pelangi dan Jalan Margorejo. Untuk di Jalan Jemursari, ia menyebutkan, akan dibangun jembatan layang, sedangkan di Jalan Margorejo menggunakan underpass

"Sudah saya sampaikan ke Pak Kadaop, insya Allah kita akan membangun yang di Taman Pelangi (Jemursari) juga membangun yang di Margorejo. Nah, ini yang di Taman Pelangi mungkin overpass dan beberapa titik lainnya, seperti di underpass Margorejo," kata Wali Kota Eri.

Wali kota Surabaya ini  mengungkapkan, telah menyalakan satu persatu titik mana saja yang membutuhkan overpass atau underpass di Surabaya.

“Nah, kalau itu mudah, bisa dibangun underpass, kalau agak sulit maka pembangunannya kita menggunakan overpass. Akan tetapi biayanya yang penting bisa kita cover, tapi kalau terlalu mahal ya kita pakai overpass kita koordinasi terus dengan Pak Kadaop,” ungkap Cak Eri. 

Eri menyebutkan, perlintasan sebidang masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan kereta api. Sebab, hal itu terjadi karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dari PT KAI maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Selain keterbatasan SDM, juga kurangnya kelalaian pengendara kendaraan bermotor. 
"Karena kalau sudah ada sebidang gini, ya nggak mungkin Dishub bisa menjaga semuanya, KAI menjaga semuanya. Yang terpenting, di masa sekarang ini kami berusaha untuk menyelesaikan perlintasan sebidang ini," katanya.(FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya