Warganya Jadi Korban Kecelakaan KRL, KDM Soroti Pengamanan Perlintasan Kereta

Anton Kustedja
29/4/2026 19:23
Warganya Jadi Korban Kecelakaan KRL, KDM Soroti Pengamanan Perlintasan Kereta
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melayat korban peristiwa kecelakaan kereta api di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Rabu (29/4/2026).(Dok Pemkab Bekasi)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengamanan seluruh perlintasan kereta api, termasuk yang tidak resmi, guna mencegah kecelakaan berulang. Hal itu ia sampaikan usai melayat korban insiden kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, pada Rabu (29/4). 

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Salah satu korban diketahui merupakan karyawati KompasTV, Nur Ainia Eka Rahmadhyna, 32, beralamat di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Ia menyoroti banyaknya jalan baru yang tidak terintegrasi dengan jalur resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI), seperti kasus di Cirebon yang menyebabkan masinis mengalami cacat permanen.

"Semua perlintasan harus ada pengaman. Kalau tidak, kejadian akan terus terulang," tegas KDM, panggilan akrab Gubernur.

Di wilayah padat seperti Bekasi, kota maupun kabupaten, Pemprov Jabar juga mendorong pembangunan flyover secara bertahap dengan dukungan pemerintah pusat.

Sementara itu, di tempat yang sama, Plt Bupati Bekasi mengungkapkan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban, termasuk 5 orang yang diduga merupakan warga Kabupaten Bekasi meski secara administrasi masih memiliki KTP luar daerah.

"Kita khawatirkan 5 orang ini adalah warga Kabupaten Bekasi yang memang domisili di sini, tapi belum pindah administrasi. Ini masih kita telusuri," ujarnya.

Selain itu, ia menyebutkan total korban terdampak mencapai puluhan orang dan saat ini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit.

"Insya Allah Pemerintah Kabupaten Bekasi bertanggung jawab atas pengobatan dan penanganan korban. Kita juga sudah memberikan bantuan langsung kepada keluarga korban," katanya.

Lebih lanjut, Asep Surya menegaskan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga akan memikirkan keberlanjutan bantuan, terutama bagi korban yang menjadi tulang punggung keluarga.

"Kita akan pikirkan ke depan, terutama jika korban adalah pencari nafkah utama. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," tambahnya.

Perbaikan Infrastruktur

Terkait penyebab kecelakaan, Plt Bupati juga menyoroti persoalan klasik perlintasan sebidang yang masih banyak ditemukan di Kabupaten Bekasi. Ia menilai kondisi ini menjadi faktor risiko tinggi yang harus segera dibenahi.

"Ini jadi PR besar bagi kita. Banyak perlintasan yang hanya dijaga secara sederhana, bahkan ada yang hanya menggunakan palang bambu dan dijaga warga," ujarnya.

Pihak Pemkab, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk PT KAI untuk melakukan evaluasi dan penanganan menyeluruh.

"Kita akan kolaborasi dengan KAI. Ke depan, kita pertimbangkan pembangunan flyover atau sistem pengamanan yang lebih baik. Ini menyangkut keselamatan masyarakat," tegasnya.

Ia juga memastikan perbaikan infrastruktur perlintasan akan menjadi prioritas dan akan segera dianggarkan.

"Ini kondisi darurat dan berbahaya. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Insya Allah akan kita anggarkan secepatnya," pungkasnya. (AK/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya