Pemerintah Didesak Evaluasi Manajemen Taksi Green SM

Rahmatul Fajri
29/4/2026 11:33
Pemerintah Didesak Evaluasi Manajemen Taksi Green SM
ilustrasi(Antara)

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mendesak Pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen taksi listrik Green SM menyusul kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Mori menegaskan, insiden ini tidak boleh hanya berhenti pada penanganan darurat, tetapi harus menyentuh akar permasalahan, termasuk operasional perusahaan transportasi yang memicu kecelakaan.

“Pemerintah wajib memanggil manajemen Green SM dan memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar laik jalan serta memenuhi standar keselamatan,” ujar Mori melalui keterangan resminya, Rabu (29/4).

Kecelakaan maut tersebut diketahui bermula di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Bekasi. Satu unit taksi listrik Green SM terjebak di jalur rel hingga tertabrak KRL yang melintas. Insiden awal ini menyebabkan rangkaian KRL terhenti di jalur karena gangguan operasional.

Nahas, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya yang melaju di lintasan yang sama kemudian menghantam rangkaian KRL yang tengah berhenti tersebut. Mori menilai rangkaian peristiwa ini merupakan efek berantai yang sangat fatal.

“Kami sangat prihatin atas tragedi ini. Penanganan korban harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Di sisi lain, Mori mengapresiasi kesigapan pemerintah dan aparat keamanan dalam melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. Menurutnya, koordinasi lintas instansi berjalan dengan sangat baik di bawah instruksi langsung kepala negara.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, serta seluruh jajaran Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, dan Polri yang sigap melakukan evakuasi. Ini bukti kehadiran negara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mori menekankan bahwa titik rawan di perlintasan sebidang harus mendapatkan pengawasan ekstra ketat agar tidak terus memakan korban. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum bagi Kementerian Perhubungan dan pihak terkait untuk membenahi total sistem keselamatan transportasi nasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya