Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Selasa (28/4), minyak mentah Brent Crude Oil naik lebih dari 2%. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar yang belum mereda terkait gangguan pasokan energi global akibat situasi di jalur pelayaran vital tersebut.
Harga Brent tercatat mencapai 110,70 dolar AS per barel pada pukul 07.00 waktu setempat, melonjak lebih dari 12 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Sebelumnya, harga sempat berada di bawah level 100 dolar AS per barel.
Lonjakan harga terjadi di tengah upaya diplomatik Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan menyampaikan usulan untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui komunikasi dengan Pakistan.
Proposal tersebut mencakup penundaan pembahasan isu sensitif terkait program nuklir Iran.
Namun, hingga kini Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terhadap tawaran tersebut, sementara ketidakpastian terus membayangi pasar energi.
Selama dua bulan terakhir, ancaman Iran terhadap pelayaran komersial telah menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz menurun drastis.
Data dari platform intelijen maritim Windward menunjukkan hanya delapan kapal yang melintasi selat itu pada hari Minggu, turun dari 19 kapal sehari sebelumnya.
Padahal, sebelum konflik meningkat pada akhir Februari, rata-rata sekitar 129 kapal melintas setiap hari, demikian laporan UNCTAD.
Gangguan tersebut berdampak signifikan terhadap pasokan energi global. Blokade serta serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan diperkirakan telah memangkas produksi minyak dunia hingga 14,5 juta barel per hari, berdasarkan estimasi Goldman Sachs.
Para pakar di bidang pelayaran dan logistik memperingatkan bahwa pemulihan distribusi energi global tidak akan terjadi dalam waktu singkat.
Bahkan jika kesepakatan tercapai, proses normalisasi dapat memakan waktu berbulan-bulan karena adanya penumpukan kargo minyak dan gas, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan untuk membersihkan jalur laut dari ranjau. (Anadolu/Fer/I-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Harga minyak dunia pada April 2026 fluktuatif di kisaran US$90-100 per barel. Simak analisis penyebab dan prediksi rata-rata harga minyak tahun ini.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Harga minyak Brent dan AS meroket setelah Presiden Donald Trump membatalkan perundingan dengan Iran. Ketegangan meningkat di Selat Hormuz.
IHSG hari ini anjlok ke level 7.129,49 dipicu ketegangan di Selat Hormuz dan penurunan outlook empat bank besar oleh Fitch Ratings
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved