IHSG Hari Ini Anjlok 3,38 Persen Akibat Krisis Energi Global dan Outlook Perbankan

Media Indonesia
24/4/2026 19:24
IHSG Hari Ini Anjlok 3,38 Persen Akibat Krisis Energi Global dan Outlook Perbankan
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026).(. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini anjlok pada perdagangan Jumat (24/4). Sentimen negatif ganda dari krisis energi global di Selat Hormuz dan penurunan outlook perbankan domestik oleh Fitch Ratings menjadi beban utama indeks.

IHSG mengakhiri pekan ini dengan koreksi sebesar 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sejalan dengan itu, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terpangkas 25,12 poin atau 3,51 persen ke level 690,76.

Ringkasan Pasar (Jumat, 24 April 2026):
  • IHSG: 7.129,49 (-3,38%)
  • Nilai Transaksi: Mata Uang Rupiah 24,34 Triliun
  • Volume Perdagangan: 47,12 Miliar Lembar Saham
  • Sektor Terlemah: Barang Konsumen Non-Primer (-4,14%)

Krisis Selat Hormuz dan Harga Minyak

Menanggapi saham IHSG anjlok, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran pasokan energi. Gangguan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak mentah jenis Brent bertahan di level tinggi, yakni 105,93 dolar AS per barel.

Ketegangan meningkat setelah adanya laporan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi global yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan, termasuk Asia.

Sentimen Domestik: Outlook Bank Besar Direvisi

Dari dalam negeri, tekanan tambahan terhadap IHSG datang setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank raksasa Indonesia, yaitu Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dari stabil menjadi negatif.

Selain itu, nilai tukar Mata Uang Rupiah sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS pada Kamis (23/4), yang merupakan level terlemah sepanjang masa. Kondisi ini memperlebar defisit anggaran belanja negara akibat tingginya biaya impor energi.

Strategi Energi Nasional

Menghadapi ketidakpastian di Timur Tengah, pemerintah dilaporkan telah mengambil langkah strategis dengan mengamankan 150 juta barel minyak dari Rusia. Langkah ini diambil untuk melindungi stok minyak mentah nasional dan menjaga ketahanan energi di tengah konflik global yang berkepanjangan.

Statistik Perdagangan

Data BEI menunjukkan sebanyak 670 saham IHSG anjlok dan mengalami penurunan harga, sementara hanya 83 saham yang menguat, dan 62 saham stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,68 juta kali transaksi.

Top Gainers Top Losers
PSDN, BNBA, BRNA AMIN, SKBM, LPPF

Untuk pekan depan, pelaku pasar akan fokus pada pertemuan FOMC oleh The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 3,53-3,75 persen, serta rilis data PDB kuartal I-2026 dari Amerika Serikat dan kawasan Asia. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya