Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen Usai Diplomasi AS-Iran Kembali Buntu

Thalatie K Yani
27/4/2026 07:25
Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen Usai Diplomasi AS-Iran Kembali Buntu
Harga minyak Brent dan AS meroket setelah Presiden Donald Trump membatalkan perundingan dengan Iran. Ketegangan meningkat di Selat Hormuz.(Centcom)

HARGA minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan sekitar 2% pada Minggu (26/4)malam waktu setempat. Kenaikan ini dipicu oleh kegagalan rencana perundingan damai putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah dengan meningkatnya ketegangan militer di jalur pelayaran strategis, Selat Hormuz.

Berdasarkan data pasar, minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional naik lebih dari 2% ke level US$107,89 per barel pada pukul 18.27 ET. Sejalan dengan itu, minyak mentah Amerika Serikat (WTI) juga melonjak lebih dari 2% menjadi US$96,63 per barel.

Pembatalan Sepihak oleh Trump

Ketidakpastian pasar meningkat setelah Presiden Donald Trump secara mendadak membatalkan rencana pengiriman utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad, Pakistan. Sedianya, kedua utusan tersebut dijadwalkan untuk melakukan negosiasi dengan pihak Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu kemarin, Trump beralasan bahwa perundingan tersebut hanya membuang waktu di tengah kekacauan internal kepemimpinan Iran.

"Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada pertikaian hebat dan kebingungan di dalam 'kepemimpinan' mereka," tulis Trump.

Trump juga menambahkan kritiknya terhadap struktur pemerintahan Teheran saat ini. "Tidak ada yang tahu siapa yang memegang kendali, termasuk mereka sendiri. Selain itu, kita memegang semua kartu; mereka tidak punya sama sekali! Jika mereka ingin bicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!!!" tegas sang Presiden.

Ketegangan di Selat Hormuz

Di saat yang sama, laporan mengenai tindakan militer Iran semakin memanaskan situasi. Garda Revolusi Iran dilaporkan menaiki dua kapal kargo di dekat Selat Hormuz, sebuah jalur laut vital bagi pasokan energi global. Insiden ini memperburuk sentimen pasar yang mengkhawatirkan gangguan distribusi minyak mentah dunia.

Di sisi lain, pihak Iran tampak tetap pada pendiriannya untuk tidak melakukan komunikasi langsung dengan Washington. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memang mengunjungi Islamabad akhir pekan ini, namun ia dilaporkan hanya bertemu dengan pejabat Pakistan sebelum meninggalkan negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan posisi Teheran melalui unggahan media sosial pada Jumat malam.

"Tidak ada pertemuan yang direncanakan akan berlangsung antara Iran dan AS," ujar Baqaei.

Buntunya jalur diplomasi dan manuver militer di perairan strategis ini diperkirakan akan terus membayangi pergerakan harga energi global dalam beberapa waktu ke depan, mengingat ketergantungan pasar pada stabilitas di Timur Tengah. (CNBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya