Harga Minyak Dunia Melonjak usai AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz

Wisnu Arto Subari
20/4/2026 07:49
Harga Minyak Dunia Melonjak usai AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz
Ilustrasi.(Freepik)

HARGA minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan pada awal perdagangan di pasar Asia, Senin (20/4). Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer di Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) melakukan tindakan tegas terhadap armada laut Iran.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal yang mengutip data Komando Pusat AS (CENTCOM), pasukan militer Amerika Serikat dilaporkan telah menembaki, menaiki, dan menyita kapal berbendera Iran pada Minggu (19/4). Kapal tersebut dicegat saat sedang berlayar menuju pelabuhan strategis Bandar Abbas di Iran.

Lonjakan Harga WTI dan Brent

Insiden penyitaan kapal ini langsung direspons negatif oleh pasar energi global yang khawatir akan gangguan pasokan di jalur pelayaran minyak paling vital di dunia tersebut. Berikut rincian kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar:

Jenis Minyak Mentah Persentase Kenaikan Harga per Barel
WTI (West Texas Intermediate) +8,0% US$90,53
Brent +6,7% US$96,45

Analisis Pasar: Situasi Kompleks dan Volatil

Para analis energi memperingatkan bahwa stabilitas pasar minyak akan sulit pulih dalam waktu dekat selama konflik di jalur maritim tersebut terus berlanjut. ANZ Research dalam laporan riset terbarunya menyebutkan bahwa kondisi saat ini sangat tidak menentu.

"Situasinya kompleks dan mudah berubah," tulis analis ANZ Research. Mereka menambahkan bahwa meskipun Selat Hormuz nanti dibuka sepenuhnya, mengembalikan operasi pasar energi ke level sebelum perang bukanlah perkara mudah.

Baca juga : AS Ingin Bikin Drone Lebih Murah ketimbang Shahed Iran

Catatan Redaksi: Selat Hormuz merupakan jalur transit bagi hampir seperlima dari total konsumsi minyak dunia setiap hari. Gangguan militer di wilayah ini secara historis selalu memicu volatilitas harga energi global secara instan.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku pasar masih memantau reaksi balasan dari Teheran serta perkembangan diplomasi internasional untuk meredam ketegangan di kawasan Teluk tersebut. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya