Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel akibat Geopolitik

 Gana Buana
29/4/2026 13:15
Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel akibat Geopolitik
Harga minyak dunia pada April 2026 fluktuatif di kisaran US$90-100 per barel.(Dok. Antara)

HARGA minyak mentah dunia menunjukkan volatilitas tinggi pada periode April 2026 dengan pergerakan di kisaran US$90 hingga US$100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh dinamika pasaran global dan tensi geopolitik yang belum mereda di beberapa kawasan strategis.

Berdasarkan data terkini, harga minyak sempat menyentuh level tertinggi pada Maret 2026 dengan angka mencapai US$111 per barel. Memasuki April, harga bergerak fluktuatif di rentang US$85 hingga US$105 per barel, bergantung pada sentimen harian pasar internasional.

Faktor Penyebab Fluktuasi

Ketidakpastian harga ini disebabkan oleh beberapa faktor krusial yang memengaruhi rantai pasok dan permintaan global. Berikut adalah poin utama penyebab perubahan harga:

  • Konflik Geopolitik: Ketegangan di wilayah Timur Tengah masih menjadi motor utama kenaikan harga.
  • Kebijakan OPEC+: Pengaturan kuota produksi oleh negara-negara pengekspor minyak memengaruhi ketersediaan stok di pasar.
  • Permintaan Ekonomi Dunia: Pemulihan atau perlambatan ekonomi di negara-negara besar berdampak langsung pada konsumsi energi.
  • Stok Cadangan: Kebijakan dasar negara-negara maju terkait cadangan minyak strategis turut menekan atau menaikkan harga.

"Harga minyak saat ini mencerminkan premi risiko yang tinggi akibat ketidakpastian pasokan. Jika pasar stabil, harga idealnya berada di kisaran US$60-75, namun realita geopolitik memaksa angka bertahan di atas US$85 per barel."

Ramalan Harga Sepanjang 2026

Sejumlah bank investasi dan analis komoditas memprediksi bahwa rata-rata harga minyak sepanjang tahun 2026 akan berada di angka US$85 per barel. Namun, angka ini bersifat dinamis.

Kondisi Pasar Estimasi Harga (per Barel)
Pasar Stabil US$60 – US$75
Konflik/Geopolitik Tinggi US$80 – US$100+
Rata-rata Tahunan US$85

Secara keseluruhan, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan harga yang cepat. Dengan julat harga normal di tahun 2026 yang diprediksi antara US$60 hingga US$100, stabilitas ekonomi domestik akan sangat bergantung pada pergerakan komoditas energi ini di pasar internasional. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya